Jakarta, MCNID.net--Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan bersiap melakukan transformasi besar-besaran. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penataan ulang secara menyeluruh terhadap kawasan seluas 200 hektare tersebut demi mencetak episentrum pertumbuhan ekonomi baru berstandar internasional (world class standard) di Jakarta.
Rencana strategis ini dimatangkan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (22/6).
Di antara yang hadir adalah Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani.
Menteri Investasi Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa Kepala Negara menghendaki agar pengembangan komparatif kawasan GBK dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi dari hulu ke hilir.
Proyek raksasa ini diproyeksikan tidak hanya menjadi wajah baru Indonesia di mata dunia, tetapi juga penggerak roda ekonomi yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
“Rencananya itu akan dijadikan ikon baru di Indonesia. Ya nanti akan diubah secara komprehensif untuk tidak hanya di daerah GBK ini, tapi juga secara keseluruhan akan didesain ulang dari termasuk lapangan golf sampai juga dengan area GBK yang kurang lebih itu luasnya 200 hektare,” ujar Rosan kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan usai rapat.
Langkah perombakan tata kota ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo untuk mendorong sektor pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah kini tengah memetakan destinasi potensial yang dapat dikembangkan dengan pendekatan modern guna mendongkrak nilai belanja (spending) para wisatawan.
Rosan menjelaskan, konsep pariwisata yang diusung ke depan akan menyasar seluruh segmen pasar, mulai dari mass market hingga wisata minat khusus yang bernilai tinggi (high-end/experience tourism). Oleh karena itu, standardisasi infrastruktur penunjang di GBK akan dinaikkan ke level global.
“GBK ya tetap ada GBK-nya, tapi semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard, sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta,” tuturnya.
Mengenai operasional dan eksekusi di lapangan, pemerintah berencana mengolaborasikan beberapa entitas milik negara (holding BUMN). Setelah proses administrasi di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) rampung, pengelolaan kawasan baru ini rencananya akan melibatkan InJourney dan Meru.
Meski konsep akhir masterplan masih terus dimatangkan, Rosan memastikan bahwa fungsi akomodasi komersial tetap dipertahankan guna menyokong ekosistem bisnis di kawasan tersebut. Revitalisasi Hotel Sultan pun dipastikan masuk dalam megaproyek penataan ulang ini.
“Nanti di antaranya pastinya ada hotel juga ya, dan tidak satu. Tapi pesan Bapak Presiden ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia, sehingga perencanaannya itu harus dilakukan secara komprehensif dan memberikan dampak yang nyata kepada perekonomian dan juga paling-paling penting kepada rakyat Indonesia,” pungkas Rosan.
Ubah Wajah GBK, Presiden Prabowo Targetkan Pusat Ekonomi Baru Berstandar Dunia di Jakarta
📅 23 Juni 2026✍️ AmirBerita



