Jakarta, MCNID.net--Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis mengapresiasi dokumentasi rekam jejak pemikiran KH Ma’ruf Amin. Menurutnya, pemikiran Wakil Presiden ke-13 RI tersebut sangat penting digali oleh generasi muda sebagai fondasi utama dalam bergerak, berjuang, hingga terjun ke dunia politik.


Hal itu menyusul diluncurkannya karya akademis setebal lebih dari 600 halaman berjudul "Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin" karya Hj. Siti Haniatunnisa dan H. Muhammad Zainal Arifin di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam.


Kiai Cholil menekankan bahwa anak muda tidak boleh melangkah tanpa pijakan keilmuan yang kokoh. Berpolitik dan aktif berorganisasi harus dilandasi oleh tradisi keilmuan berbasis khazanah klasik (turats), sebagaimana yang dicontohkan oleh Kiai Ma'ruf sepanjang perjalanan khidmatnya.


"Sangat penting bagi kalangan muda untuk terus menggali ilmu sebagai bekal gerakan dan perjuangan seperti beliau. Masuk politik dan organisasi landasannya adalah ilmu berbasis khazanah klasik yang menjadikan semua tempat sebagai lahan perjuangan," tegas Kiai Cholil.


Menurutnya, rekaman pemikiran Kiai Ma'ruf membuktikan bahwa keterlibatan dalam urusan kebangsaan dan politik bukanlah kompromi semata, melainkan bagian dari ibadah dan pengabdian jika dilandasi manhaj (metode) berpikir keislaman yang kuat.


Dalam acara peluncuran buku tersebut, Kiai Ma'ruf Amin turut menyampaikan bahwa gerakan kebangsaan (harakah waṭhaniyyah) merupakan bagian integral dari perjuangan keagamaan. Prinsip cinta Tanah Air (hubbul waṭhan) telah lama dipraktikkan para ulama melalui tiga fungsi utama: Himāyah (menjaga), Iṣlāḥ (memperbaiki), dan Taqwiyah (menguatkan) seluruh elemen bangsa.


Momentum dokumentasi pemikiran ini dinilai sangat strategis bagi generasi muda NU dan umat Islam secara luas, terlebih menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026 mendatang.


Peluncuran buku tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan keagamaan, di antaranya Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh, Sekjen Kemenag RI Prof Kamaruddin Amin, Wakil Ketua Baznas RI KH Zainut Tauhid Sa'adi, Ketua DPW PKB Jawa Tengah Gus Yusuf, Ketua Kopnus Syariah Abdul Kholid Soleh, Wasekjend MUI Bidang Dakwah KH Arif Fahruddin, serta Wasekjend MUI Bidang Infokomdigi Dr Asrori S. Karni.