Jakarta, MCNID.net--Sebagai bagian dari jajaran 5 besar bank terbesar di Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus membuktikan dominasi digitalnya di tanah air. Hingga Mei 2026, nilai transaksi melalui layanan mobile banking andalannya, BYOND by BSI, tercatat sukses menembus angka fantastis melampaui Rp450 triliun, dengan total pengguna aktif mencapai lebih dari 10 juta nasabah.


Capaian masif ini berjalan selaras dengan komitmen manajemen untuk menyajikan keandalan sistem dan kualitas layanan digital yang setara dengan bank-bank konvensional papan atas.


Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa transformasi teknologi merupakan kebutuhan mutlak demi menjawab pertumbuhan bisnis dan tingginya ekspektasi publik terhadap BSI.


“Sekarang BSI berdampingan dengan bank besar karena sudah masuk 5 besar bank di Indonesia. Ekspektasi nasabah adalah layanan, sistem harus sama dengan bank besar. Untuk itu, kami berupaya menyediakan layanan setara sesuai ekspektasi nasabah,” kata Anggoro dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).


Demi mewujudkan jaminan layanan prima tersebut, BSI baru saja menuntaskan proyek raksasa berupa migrasi core banking dari R10 ke sistem R24 pada pertengahan Mei 2026. Proyek teknologi yang melibatkan 1.500 personel lintas fungsi ini dipantau ketat oleh OJK dan Danantara demi memastikan proses transisi berjalan aman dan transparan.


Hasilnya, efisiensi operasional BSI melonjak hingga 80 persen. Selain itu, tingkat kesiapan jaringan (availability all channel) kini stabil di angka impresif 99,99 persen, memastikan seluruh transaksi digital berjalan tanpa hambatan.


Anggoro menambahkan, infrastruktur baru ini juga memberikan ruang pertumbuhan yang sangat longgar bagi pengembangan inovasi ke depan.


‘’Ruang untuk menumbuhkan nasabah dan inovasi untuk fitur baru di BYOND sangat luas karena kapasitas terpakai saat ini masih di bawah 10 persen. Nasabah akan merasakan manfaat dari kekuatan dan kecepatan IT BSI yang baru,’’ jelasnya.


Selain memperkuat segmen ritel melalui BYOND, BSI juga terus memperkokoh platform BEWIZE by BSI untuk memanjakan segmen nasabah institusi dan wholesale.


Kematangan teknologi digital ini berbanding lurus dengan pencapaian kinerja finansial perseroan yang kian kokoh. Berkat kontribusi dual licence sebagai bank syariah sekaligus "Bank Emas" sejak awal tahun lalu, BSI berhasil meroketkan jumlah nasabahnya hingga melampaui 24 juta per April 2026.


Hingga Mei 2026, BSI berhasil membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp3,39 triliun, naik tajam 16,73 persen secara tahunan (Year on Year/YoY). Total aset perseroan kini bertengger di angka Rp444 triliun, ditopang oleh perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp372 triliun serta penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp335 triliun dengan kualitas yang terjaga.


Dengan dukungan penuh dari ekosistem Danantara dan pondasi IT baru yang supercepat, BSI optimistis mampu merealisasikan target jangka panjangnya pada tahun 2030, yakni menembus jajaran Top 5 Global Islamic Bank dengan basis 40 juta nasabah.