Jakarta, MCNID.net--Komisi VIII DPR RI meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk memperkuat materi pembekalan praktis bagi para calon jamaah. Langkah ini dinilai mendesak mengingat banyaknya jamaah di lapangan yang mengalami kendala komunikasi, bahkan kesulitan memahami bahasa Indonesia dengan baik.


Anggota Komisi VIII DPR RI, Husni, mengungkapkan bahwa sebagian besar KBIHU saat ini masih terlalu fokus pada bimbingan materi ibadah murni. Padahal, realita di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan bertahan hidup (survival skill) dan pemahaman praktis jauh lebih dibutuhkan jamaah saat berada di Tanah Suci.


"Kami melihat di sini hampir rata-rata KBIHU ini menekankan banyak pada hal-hal ibadah. Saya yakin dan percaya, banyak jamaah yang bahasa, jangankan bahasa Arab, bahasa Indonesia pun banyak tak mengerti," ujar Husni dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI bersama pengurus KBIHU DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).


Melihat kesenjangan tersebut, Husni menilai pembekalan praktis harus dipertegas sejak di tanah air. Materi pembekalan tersebut minimal harus mencakup tata cara penggunaan fasilitas penerbangan hingga pemanfaatan aplikasi digital resmi Pemerintah Arab Saudi, seperti aplikasi Nusuk.


Menurutnya, penguasaan materi praktis dan teknologi ini akan menjadi solusi konkret bagi jamaah yang mengalami kendala bahasa ketika terpisah dari rombongan.


"Rata-rata jamaah haji yang kesasar, yang hilang atau apapun namanya, kalau dia bisa tunjuk Nusuknya pasti akan sampai dia ke penginapannya, pasti dia akan sampai ke kelompoknya," lanjut Husni.


Di samping itu, Husni juga mengingatkan pentingnya peningkatan koordinasi antara pihak KBIHU dengan petugas haji yang dikelola oleh kementerian terkait. 


Sinergi yang kuat sangat diperlukan agar penanganan dan perlindungan terhadap jamaah, khususnya bagi mereka yang sakit dan membutuhkan pendampingan medis di rumah sakit Arab Saudi, dapat berjalan lebih optimal dan terstruktur.