Jakarta, MCNID.net--Komisi VIII DPR RI memberikan catatan kritis terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Meski angka kematian jamaah haji tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, DPR menilai proses penyaringan (istithaah) kesehatan jamaah masih menyisakan celah yang harus segera dievaluasi.


Anggota Komisi VIII DPR RI, Hasan Basri Agus, mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan di lapangan, masih ditemukan kasus jamaah yang secara kondisi fisik kurang siap namun tetap lolos keberangkatan ke Tanah Suci.


"Masalah istithaah ini walaupun tahun 2026 orang yang meninggal cukup berkurang dibandingkan tahun yang lalu, tetapi ada juga yang kecolongan," ujar Hasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI bersama pengurus KBIHU asal DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).


Hasan menduga adanya ketidaktelitian dari tim medis di tingkat daerah dalam melakukan verifikasi kesehatan calon jamaah. Akibatnya, beberapa jamaah yang memiliki risiko kesehatan tinggi tetap diberangkatkan tanpa pengawasan yang memadai.


"Ini mungkin ketidaktelitian dari pihak kesehatan di daerahnya masing-masing. Itu juga menjadi bahan evaluasi kami ke depan," tuturnya. 


Di sisi lain, politisi tersebut juga meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk memperketat pengawasan dan pendampingan di lapangan. KBIHU diharapkan tidak hanya fokus pada jamaah yang terdaftar dalam kelompoknya, melainkan juga ikut mengulurkan tangan bagi jamaah mandiri, khususnya para lansia yang membutuhkan bantuan fisik maupun logistik selama di Arab Saudi.


Evaluasi ketat terhadap standar istithaah kesehatan ini dinilai krusial agar tren penurunan angka kematian jamaah haji dapat terus dipertahankan secara konsisten pada musim-musim haji mendatang.