Jakarta, MCNID.net--Menyambut momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram, Menteri Agama (Menag) KH Nasaruddin Umar mengajak umat Muslim di seluruh Indonesia untuk merefleksikan kembali esensi mendalam dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW.


Menag menekankan bahwa spirit utama dari hijrah Rasulullah adalah keberanian untuk mengambil keputusan besar demi melindungi, mempersatukan, dan mengutamakan kemaslahatan bersama di atas kepentingan golongan.


Menurut Menag, hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah bukan sekadar pelarian dari tekanan, melainkan sebuah strategi besar untuk membangun peradaban baru yang berkeadilan, inklusif, dan damai.


"Peristiwa hijrah mengajarkan kita bahwa kemaslahatan umat, bangsa, dan negara harus berada di atas ego pribadi maupun kelompok. Rasulullah membangun Madinah dengan merangkul semua suku dan agama melalui Piagam Madinah. Itulah keteladanan tertinggi dalam mengutamakan kemaslahatan bersama," ujar Menag dalam pesan menyambut Tahun Baru Hijriah, Senin (15/6/2026) di Jakarta. 


Menag menjelaskan bahwa kontekstualisasi hijrah di masa kini tidak lagi berpindah tempat secara fisik, melainkan bertransformasi dalam sikap, mental, dan perilaku. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi saat ini, Menag mengajak umat Islam untuk menjadi pelopor dalam menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitar.


Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini membeberkan tiga poin utama dalam meneladani hijrah Rasulullah SAW untuk kemaslahatan bersama. 


Pertama, bermigrasi dari sifat individualis dan apatis menuju sikap peduli, gotong royong, dan peka terhadap kesulitan sesama. Kedua, mendorong umat untuk aktif dalam pemberdayaan ekonomi berbasis umat dan aksi sosial yang dampaknya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ketiga, menghindari segala bentuk narasi yang memicu konflik atau perpecahan, serta mengutamakan kebijakan yang membawa manfaat luas.


Lebih lanjut, Menag mengingatkan bahwa Indonesia berdiri di atas fondasi keberagaman. Oleh karena itu, mengutamakan kemaslahatan bersama juga berarti menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Menag meminta para tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menyuarakan pesan-pesan keagamaan yang moderat dan substantif.


"Mari kita jadikan momentum Tahun Baru Hijriah ini sebagai lembaran baru untuk memperkuat komitmen kebangsaan kita. Jika setiap tindakan kita didasari oleh niat untuk membawa maslahat bagi sesama, maka kemajuan dan kedamaian bangsa ini akan terwujud dengan kokoh," kata Menag. 


Di akhir keterangannya, Menag menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Hijriah kepada seluruh umat Islam di tanah air, seraya berdoa agar tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kemakmuran bagi bangsa Indonesia.