Jakarta, MCNID.net--PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) secara agresif membidik generasi muda untuk memiliki hunian impian mereka sejak dini. Guna menjawab tantangan finansial yang sering dihadapi kelompok usia produktif tersebut, BSI berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan fasilitas pembiayaan perumahan syariah (BSI Griya) dengan tenor fleksibel hingga 30 tahun dan kepastian angsuran tetap.
Inovasi ini dirancang khusus untuk menjaga stabilitas cashflow bulanan nasabah muda. Dengan prinsip syariah, angsuran yang harus dibayarkan tidak akan berubah hingga akhir masa pembiayaan, sehingga menghindarkan pekerja muda dari risiko fluktuasi suku bunga.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa inovasi layanan BSI Griya ini sengaja dirancang untuk menjawab kebutuhan generasi muda, yang saat ini menjadi kelompok mendominasi portofolio pembiayaan rumah di BSI.
"Melalui kemitraan strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan, BSI hadir memberikan solusi nyata bagi para pekerja untuk memiliki hunian layak dengan prinsip syariah yang adil," ujar Anggoro.
Dia menambahkan bahwa dengan angsuran yang tetap, perencanaan keuangan keluarga muda pekerja akan menjadi jauh lebih terukur dan aman.
Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari komitmen nyata BSI dalam mendukung program pemerintah untuk mengatasi backlog perumahan nasional, sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi mengingat sektor perumahan memiliki dampak domino (multiplier effect) yang sangat besar terhadap industri turunan lainnya.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyambut baik kehadiran BSI sebagai bank penyalur Manfaat Layanan Tambahan (MLT). Menurutnya, kerja sama ini akan semakin memperluas akses sekaligus menambah alternatif pembiayaan perumahan dengan skema syariah bagi peserta aktif.
“Bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, kerja sama ini diharapkan semakin memudahkan akses untuk memiliki rumah sebagai aset jangka panjang, sekaligus bekal dalam mempersiapkan kehidupan yang lebih sejahtera di hari tua,” jelas Saiful.
Dengan terpenuhinya kebutuhan papan, pekerja muda diharapkan dapat bekerja dengan lebih tenang, produktif, dan fokus membangun masa depan keluarga yang lebih baik.
Ketertarikan generasi muda terhadap produk properti syariah ini tercermin langsung dalam kinerja bisnis BSI yang solid. Hingga Mei 2026, portofolio pembiayaan BSI Griya telah menembus angka Rp60,80 triliun dan terus menunjukkan tren pertumbuhan positif yang konsisten.
Secara keseluruhan, fundamental keuangan BSI hingga Mei 2026 berada dalam kondisi prima dengan membukukan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun, atau tumbuh signifikan 16,73 persen secara tahunan (year-on-year). Akselerasi ini ditopang oleh total penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp335 triliun, di mana segmen konsumer, termasuk pembiayaan perumahan menjadi motor penggerak utamanya.
Meskipun melakukan ekspansi yang masif ke segmen pekerja muda, BSI tetap konsisten menjaga kualitas aset yang sehat. Hal ini dibuktikan dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross yang berhasil ditekan ke level 1,80 persen per Mei 2026, membaik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 1,88 persen.



