Jakarta, MCNID.net--Momentum pergantian Tahun Baru Hijriyah harus menjadi alarm penting bagi penataan karakter generasi muda di Indonesia. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menegaskan bahwa nasib dan arah masa depan bangsa ini sangat bergantung pada kualitas moral dan keimanan para pemudanya saat ini.
Menurut Kiai Cholil, generasi muda memegang estafet kepemimpinan yang krusial. Oleh karena itu, pembinaan karakter, penguatan fondasi spiritual, serta peningkatan kualitas diri anak muda tidak bisa dianggap remeh dan menjadi tanggung jawab besar yang harus dipikul bersama.
“Anak muda harapan kita di masa yang akan datang, karena dengan anak muda yang sekarang itu adalah semuanya penentuan nasib bangsa kita di masa yang akan datang,” ujar Kiai Cholil Nafis di Jakarta, Ahad (14/6/2026).
Di tengah derasnya arus informasi dan kecanggihan teknologi saat ini, ia melihat tantangan yang dihadapi pemuda kian kompleks.
Kehadiran media sosial memang memberikan banyak kemudahan, namun di sisi lain, hal tersebut memicu krisis figur panutan. Banyak anak muda yang dinilai terjebak pada popularitas semata dalam menentukan sosok yang diteladani.
Kiai Cholil mengingatkan agar dalam momentum Hijriyah ini, generasi muda kembali menengok sejarah dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai uswah hasanah (teladan yang baik) yang utama, bukan tokoh fiktif atau selebritas semata.
“Pertama anak muda yang sekarang banjir informasi, jangan lupa teladannya adalah Rasulullah. Jangan teladannya Upin Ipin, teladannya adalah bintang-bintang film, bukan. Teladan kita dan uswah kita adalah Rasulullah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini menjelaskan bahwa spirit hijrah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW mengandung pelajaran besar tentang keteguhan memegang prinsip keimanan di tengah rintangan.
Kiai Cholil mendorong agar anak muda Indonesia meneladani keberanian dan kerelaan berkorban demi mempertahankan nilai-nilai kebenaran.
Kendati menekankan pentingnya benteng moral, Kiai Cholil menegaskan tidak membatasi ruang gerak anak muda untuk melek zaman.
CEO Amanah Zakat ini mendorong agar generasi muda terus berkembang, melahirkan inovasi, dan berkreasi memanfaatkan teknologi, asalkan seluruh prosesnya tidak menabrak nilai-nilai akhlak.
“Hijrah ini menjadikan momentum bagaimana semangat Rasulullah melewati tantangan dan rintangan tetap berpegang teguh pada karakter keimanan itu. Nah anak muda boleh sekarang berkreasi, tapi harus berpijak pada keimanan itu,” pungkasnya.



