Jakarta, MCNID.net--Menghadapi kondisi ekonomi global dan nasional yang penuh tantangan, Direktur Utama Lazismu Pusat yang baru, Barry Adhitya, langsung bergerak cepat menetapkan arah baru organisasi. 


Usai resmi dilantik untuk periode kepemimpinan 2026–2027, Barry mengumumkan empat pilar strategis yang dirancang untuk memperkuat ketahanan kelembagaan sekaligus memperluas dampak sosial bagi masyarakat.


Prosesi serah terima jabatan dari Direktur Utama sebelumnya, Ibnu Tsani, kepada Barry Adhitya berlangsung khidmat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Jumat (3/7/2026). Momentum ini menandai fase baru Lazismu dalam mempercepat transformasi digital dan memperkokoh tata kelola keuangan sosial Islam.


Dalam sambutan perdananya, Barry menegaskan bahwa situasi ekonomi saat ini menuntut lembaga filantropi seperti Lazismu untuk melahirkan strategi yang jauh lebih adaptif, lincah, dan berbasis fakta.


“Upaya mengoptimalkan peluang jejaring Lazismu se-Indonesia penting dilakukan untuk meningkatkan tata kelola layanan. Kita harus memaksimalkan pertumbuhan berdasarkan pendekatan pengetahuan yang didasarkan pada fakta, observasi lapangan, dan pengalaman langsung agar ada pembelajaran yang bermakna di tengah perubahan teknologi informasi yang begitu cepat,” kata Barry.


Untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam langkah nyata, Barry menyiapkan empat pilar utama penguatan organisasi. Pilar pertama adalah kepatuhan syariah melalui penguatan sistem pelaporan kepada donatur, mitra, Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta Pimpinan Pusat Muhammadiyah.


Pilar kedua berfokus pada pengembangan program yang berdampak dan berkelanjutan berdasarkan kebutuhan masyarakat berbasis data. 


Barry juga mendorong kantor layanan masjid tidak hanya menjadi pusat penghimpunan zakat, tetapi juga mampu mendata asnaf dan menyalurkan bantuan secara lebih tepat sasaran.


Pilar ketiga ialah integrasi teknologi informasi agar layanan Lazismu semakin mudah diakses masyarakat.


Sementara pilar keempat menitikberatkan pada peningkatan kompetensi dan integritas para amil zakat.


“Sekarang amil dalam regulasi untuk tugas dan tanggung jawabnya perlu dikuatkan dengan pengujian standar kompetensi. Terkait ini juga bahwa integritas dan kompetensi perlu dilengkapi dengan kerendahan hati dan sikap untuk peka dan peduli secara lebih dalam,” ujarnya.


Barry juga memohon dukungan seluruh pemangku kepentingan agar amanah yang diembannya dapat dijalankan dengan baik.


“Sekali lagi, atas amanah ini, mohon dukungannya dari semua pihak dan mitra-mitra Lazismu. Ini tugas berat bagi kami. Terakhir tadi sudah ditayangkan logo Milad Lazismu ke-24, sebuah usia sosial Lazismu untuk bangkit membangun kemandirian.”


Sebelum dipercaya memimpin Lazismu Pusat, Barry telah menjadi anggota Badan Pengurus Lazismu Pusat sejak 2015. Ia juga dikenal memiliki pengalaman panjang dalam bidang kemanusiaan, kesehatan, kebencanaan, serta pengelolaan program pemberdayaan masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.