JAKARTA,MCNid.net—Hidup memang tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya kita dihadapkan pada rintangan besar atau sedang mengejar cita-cita yang terasa sulit digapai. Dalam Islam, ketika usaha lahiriah sudah dilakukan, kita sangat dianjurkan untuk mengetuk "pintu langit" melalui Shalat Hajat.
Shalat Hajat adalah ibadah sunnah yang dikerjakan khusus ketika kita memiliki keinginan tertentu, baik yang bersifat ukhrawi maupun duniawi.
Landasan Shalat Hajat dalam Hadits
Mengutip kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, terdapat hadits riwayat Imam at-Tirmidzi yang menjelaskan anjuran Rasulullah SAW bagi siapa pun yang memiliki keperluan:
"Seseorang yang memiliki hajat (keinginan) kepada Allah atau kepada manusia, hendaklah dia berwudhu dengan menyempurnakan wudhunya, lalu melaksanakan shalat dua rakaat, memuji kepada Allah, dan membaca shalawat kepada Nabi SAW." (HR. At-Tirmidzi)
Berikut adalah panduan praktis untuk mengamalkannya:
1. Niat Shalat Hajat
Sama seperti shalat pada umumnya, niat dilakukan di dalam hati. Namun, jika ingin dilafalkan untuk memantapkan hati, berikut bacaannya:
اُصَليْ سُنةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatal haajati rok’ataini lillaahi ta’aala.
Artinya: "Saya niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala."
2. Tata Cara Shalat Hajat
Shalat ini dikerjakan sebanyak dua rakaat. Secara teknis, gerakannya sama dengan shalat sunnah lainnya. Namun, Rasulullah mengajarkan urutan adab setelah salam agar doa lebih mustajab:
Menyempurnakan Wudhu: Pastikan wudhu dilakukan dengan benar.
Shalat Dua Rakaat: Lakukan dengan khusyuk.
Memuji Allah: Membaca Hamdalah atau dzikir.
Bershalawat: Membaca shalawat untuk Nabi Muhammad SAW.
Membaca Doa Hajat.
3. Bacaan Doa Shalat Hajat
Setelah selesai shalat, bacalah doa khusus berikut ini yang mengandung pengakuan atas keagungan Allah dan permohonan ampunan:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِللِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin: Laa illaaha illallaahul-haliimul-kaarim, subhaanallaahi rabbil’arsyil-‘adzim. Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin. As’aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaa’ima magfiratika wal -‘ismata min kulli dzambin wal-ganiimata min kulli birrin was-salaamata min kulli istmin, laa tada’ lii dzanban illaa gafartahuu wa laa hamman illaa farrajtahuu wa laa haajatan hiya laka ridlan illaa qadlaitahaa yaa arhamar-raahimiin.
Artinya: "Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Mahapenyantun lagi Mahamulia, Mahasuci Allah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan hal-hal yang memastikan ampunan-Mu, dan terpelihara dari semua dosa yang menjarah setiap kebaikan dan selamat dari semua dosa. Janganlah Engkau tinggalkan suatu dosa pun bagiku, melainkan Engkau mengampuninya, dan tidak pula kesusahan melainkan Engkau berikan penawar kepadanya dan tidak pula suatu keperluan yang diridhai oleh-Mu melainkan Engkau memastikan buatku, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang."
Doa Tambahan: Kebaikan Dunia & Akhirat
Imam an-Nawawi juga menganjurkan untuk menutup doa tersebut dengan doa sapu jagat agar hidup kita berkah secara menyeluruh:
اللَّهُمَّ آتِنا في الدُّنْيا حَسَنَةً وفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنا عَذَابَ النَّارِ
Allahumma aatina fid-dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban-naar.
Artinya: "Ya Allah anugerahkan kebaikan kepadaku baik di dunia maupun di akhirat, dan jagalah aku dari siksa api neraka."
Shalat Hajat adalah bukti bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan butuh pertolongan Allah. Dengan mengombinasikan usaha maksimal dan jalur langit melalui shalat ini, insyaAllah segala urusan kita akan dimudahkan.



