Jakarta, MCNID.net--Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa penggunaan anak-anak sebagai objek materi untuk mempromosikan atau mengampanyekan praktik gay parenting (pola asuh sesama jenis) merupakan bentuk eksploitasi nyata yang dapat merusak masa depan generasi muda Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK), Dr. Siti Ma'rifah, menanggapi mencuatnya kasus manipulasi foto anak oleh akun Threads bernama @rio_damar demi kepentingan propaganda sepihak.
"Tindakan manipulatif ini adalah tindakan menghalalkan segala cara dalam rangka kampanye dan normalisasi konsep gay parenting. Ini sangat tidak dibenarkan dari sudut pandang agama, hukum, dan sosial kemasyarakatan," ujar Siti Ma'rifah kepada MCNID di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Puteri Wakil Presiden ke-13 RI ini menjelaskan, anak-anak memiliki hak dasar yang hakiki untuk tumbuh dan berkembang secara normal, baik secara fisik maupun mental, di dalam lingkungan keluarga yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan.
Ketika anak-anak justru dijadikan alat kampanye terselubung, hal itu dipandang telah mencederai hak tumbuh kembang mereka.
MUI memandang kasus ini bukan sekadar persoalan penyimpangan seksual semata. Ada pelanggaran hukum berlapis yang terjadi, di mana para pelaku diduga kuat melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terkait manipulasi data elektronik, serta UU Perlindungan Anak.
Siti Ma'rifah juga mengingatkan kembali posisi hukum Islam berdasarkan Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014, yang menyatakan dengan tegas bahwa praktik LGBT adalah haram karena bertentangan dengan norma agama, sosial, serta fitrah kemanusiaan.
Menurutnya, orientasi seksual sesama jenis adalah sebuah penyimpangan yang harus disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan malah difasilitasi atau dianggap sebagai kewajaran melalui konten eksploitatif di media sosial.
Kasus yang memicu keprihatinan mendalam ini bermula dari unggahan akun Threads bernama @rio_damar. Akun tersebut membagikan foto sepasang pria dewasa dengan dua anak laki-laki yang berpose layaknya sebuah keluarga untuk mendukung narasi gay parenting.
Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan narasi provokatif yang membandingkan pola asuh mereka dengan pasangan heteroseksual.
"Dear heteronormative couple, this is what gay parenting look like. Biasanya kami adopsi anak-anak yang ditelantarkan kaum-kaum heteroseksual karena banyak dari mereka yang mau enak-enaknya doang tapi kabur dari tanggung jawab. Kami yang beresin gapapa. Ikhlas kok," tulis akun tersebut.
Namun, narasi yang diklaim sebagai bentuk kepedulian tersebut langsung runtuh. Pemilik foto asli, akun @hanumtk, segera memberikan klarifikasi di media sosial dengan menyertakan dokumen asli.
Terungkap fakta bahwa foto yang dipamerkan Rio Damar adalah potret keluarga kandung milik @hanumtk bersama suami dan anak-anaknya.
Pelaku sengaja mencuri foto tersebut lalu merekayasa dan mengedit wajah sang ibu agar posisinya seolah-olah digantikan oleh pasangan pria lain, demi memuluskan propaganda gay parenting.



