Jakarta, MCNID.net--Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, KH M Cholil Nafis, mendorong Koperasi Mitra Abadi Sejahtera Mulia (MASM) untuk mengambil peran strategis sebagai agregator ekonomi dan penguat ketahanan pangan berbasis pesantren.


Langkah ini dirintis Kiai Cholil Nafis bersama para pengasuh muda pesantren di wilayah sekitar Ibu Kota. Koperasi MASM dihadirkan sebagai hamzah washal, penghubung dan penguat untuk mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren.


Dalam Pelatihan Penguatan dan Pengembangan Bisnis Koperasi MASM pada Rabu (12/8/2026), Kiai Cholil Nafis menegaskan pentingnya membangun satu ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi. 


Melalui model ini, lanjutnya, fungsi pesantren diintegrasikan agar tidak hanya berfokus pada pendidikan dan dakwah, tetapi juga menjadi basis ketahanan pangan nasional.


"Model yang kita bangun adalah pesantren sebagai produsen, koperasi sebagai agregator, dan masyarakat sebagai pasar," ujar Wakil Ketua Umum MUI ini. 


Lewat sinergi tersebut, Kiai Cholil menyampaikan bahwa pesantren binaan dapat memproduksi komoditas pangan sesuai potensi masing-masing daerah, seperti unit usaha sayuran, ayam petelur, hingga budidaya ikan.


Sementara Koperasi MASM, kata Kiai Cholil, dapat mengambil peran sebagai pendamping, penyedia sarana produksi, pengumpul hasil panen, hingga pengolah dan pemasar ke skala industri maupun masyarakat luas.


Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI ini menerangkan bahwa ekosistem pemberdayaan ini juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi para santri untuk mengasah jiwa kewirausahaan. 


Menurutnya, hasil produksi tidak hanya difungsikan untuk memenuhi kebutuhan internal pesantren, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar.


"Sinergi ini membentuk jejaring pesantren yang mandiri. Setiap pesantren memiliki unit produksi, sementara koperasi menghubungkan dan memperkuat rantai nilainya. Inilah wujud nyata dari konsep pesantren mandiri, santri produktif, pangan kuat, dan umat berdaya," kata CEO Amanah Zakat ini.