Jakarta, MCNID.net--Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis sukses menuntaskan misinya sebagai Rais Syuriyah Caretaker Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Timur.
Lewat gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) yang berlangsung sejuk, PCNU Jakarta Timur kini resmi memiliki nahkoda baru untuk masa khidmat berikutnya.
Konfercab yang menjadi puncak tugas akhir kepengurusan caretaker tersebut diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cipayung, Jakarta Timur, Ahad (14/6/2026).
Acara krusial ini dihadiri langsung oleh jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta serta seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Jakarta Timur.
"Hari ini saya sudah menuntaskan tugas sebagai Rais Syuriyah Caretaker PCNU Jakarta Timur dengan cara menyelenggarakan Konferensi NU," ujar Kiai Cholil Nafis dalam postingan di akun Instagram pribadinya @cholilnafis.
Kiai Cholil mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh tahapan persidangan dan pemilihan berjalan sangat lancar, minim gesekan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kesantunan khas pesantren.
Keunikan terjadi pada proses pemilihan Rais Syuriyah yang dipimpin oleh tim Ahlul Halli wal-‘aqd (Ahwa). Proses krusial ini berhasil diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat, yakni sekitar 15 menit, melalui mekanisme kombinasi yang menarik antara voting dan aklamasi.
"Kenapa disebut voting? Karena pemilihannya dengan cara pemungutan suara yang ditulis ke kertas secara rahasia. Mengapa disebut aklamasi? Karena semua suara Ahwa yang dihitung ternyata kompak memilih KH. Nasrullah Jamaludin sebagai Rais Syuriyah," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah tersebut.
Setelah posisi Rais Syuriyah terisi, agenda dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Administrasi Jakarta Timur. Sesuai dengan tata tertib (tatib) pemilihan yang telah disepakati, seorang bakal calon baru bisa ditetapkan sebagai calon resmi apabila mengantongi minimal 30 persen suara dari total utusan.
Namun, dinamika forum menunjukkan arah dukungan yang sangat solid. Dari seluruh berkas suara yang masuk, hanya ada satu nama yang berhasil menembus ambang batas minimal 30 persen tersebut.
"Ternyata yang sampai di atas 30 persen hanya seorang saja. Maka secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Administrasi Jakarta Timur adalah Pak Ahmad Syukri," tambah Kiai Cholil.
Dengan terpilihnya duet KH Nasrullah Jamaludin sebagai Rais Syuriyah dan KH Ahmad Syukri sebagai Ketua Tanfidziyah, masa transisi di bawah kendali tim caretaker resmi berakhir dengan torehan manis.
Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI ini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader dan pengurus NU di Jakarta Timur yang telah menunjukkan kedewasaan berorganisasi secara luar biasa.
"Semua proses dan acara Konferensi Cabang NU Jakarta Timur berjalan dengan baik, santun, dan beradab. Wasyukrulillah," pungkasnya.



