Jakarta, MCNID.net--Fenomena astronomi langka saat posisi Matahari berada tepat di atas Kakbah akan kembali terjadi dalam waktu dekat. Menteri Agama RI, KH Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam di seluruh Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk memverifikasi kembali ketepatan arah kiblat di tempat masing-masing.
Peristiwa yang dikenal dalam ilmu falak sebagai Rashdul Qiblat ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada Rabu dan Kamis, 15 – 16 Juli 2026. Proses verifikasi serentak ini dapat dilakukan tepat pada pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, atau 18.27 WIT.
Menag menjelaskan bahwa menghadap kiblat merupakan bagian penting dalam menentukan kesempurnaan ibadah salat. Oleh karena itu, memastikan arah kiblat yang benar menjadi ikhtiar penting bagi setiap Muslim. Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Kemenag ingin mempermudah masyarakat dalam melakukan koreksi mandiri secara ilmiah namun sederhana.
"Kita akan memanfaatkan momentum saat posisi Matahari berada tepat di atas Kakbah sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah, praktis, dan presisi," ujar Menag dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Lantas, bagaimana cara melakukan pengecekan arah kiblat secara mandiri di rumah, masjid, atau kantor Anda?
Metode ini didasarkan pada prinsip bahwa saat Matahari berada di titik zenit Kakbah, bayangan dari benda apa pun yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi akan mengarah lurus ke baitullah.
Berikut langkah-langkah praktisnya:
1. Siapkan Alat
Sediakan tongkat atau benda yang lurus dan rata (bisa menggunakan benang bertali bandul sebagai penentu tegak lurus).
2. Pilih Lokasi
Cari area terbuka yang datar dan terkena paparan sinar matahari langsung pada sore hari (tidak terhalang pohon atau bangunan).
3. Pemasangan
Pasang tongkat atau benda tersebut agar berdiri tegak lurus di atas permukaan tanah atau lantai.
4. Waktu Pengamatan
Tepat pada pukul 16.27 WIB / 17.27 WITA, amati bayangan yang terbentuk oleh tongkat tersebut.
5. Tarik Garis Kiblat
Tariklah sebuah garis lurus dari ujung bayangan menuju ke pangkal tongkat. Garis itulah yang menunjukkan arah kiblat yang presisi menuju Kakbah.
Untuk menyukseskan gerakan ini, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini mengimbau para takmir masjid, musala, pengelola madrasah, pesantren, instansi pemerintah, swasta, hingga masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi dan mendokumentasikan pengukurannya.
Masyarakat dapat mendaftarkan lokasi pengukuran mereka melalui portal resmi https://indonesiaberkiblat.kemenag.dev. Di dalam situs tersebut, Kemenag telah menyediakan panduan teknis yang lengkap agar proses verifikasi berjalan seragam dan akurat.
Gerakan ini diharapkan tidak hanya menyempurnakan kualitas ibadah umat, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya pemanfaatan ilmu falak dalam pelayanan keagamaan sehari-hari.



