Jakarta, MCNID.net--Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis menekankan bahwa sikap penolakan terhadap LGBT maupun pernikahan sejenis di Indonesia sama sekali bukan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Sebab konsep HAM yang berlaku di Indonesia diikat kuat oleh norma agama dan nilai-nilai Pancasila.
Hal tersebut disampaikan oleh ulama yang akrab disapa Kiai Cholil dalam dialog di SindonewsTV, Sabtu (11/7/2026). Kiai Cholil menilai penerapan HAM tidak bisa disamaratakan di seluruh dunia karena setiap negara memiliki kedaulatan, sejarah, dan kesepakatan nasionalnya masing-masing.
"HAM yang dipahami di Indonesia adalah perspektif Pancasila dan norma agama. Jadi kita punya hak asasi manusia, tapi dilandaskan dengan norma-norma agama dan norma bernegara dalam konstitusi kita. HAM di sini tidak bebas nilai," kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat.
Menurut ulama asal Madura, Jawa Timur ini, jika ada negara lain yang melegalkan pernikahan sejenis dan menganggapnya sebagai bagian dari HAM, hal itu merupakan kedaulatan negara tersebut. Namun, Indonesia sebagai Darul Mitsaq atau negara yang berdiri di atas kesepakatan bangsa, memiliki pijakan hukum dan moral tersendiri yang wajib dihormati.
"Bagi kami ini tidak melanggar HAM. Masing-masing negara berdaulat, punya tujuan bernegara, dan punya kesepakatan. Indonesia berjuang tidak lepas dari peran agama-agama, di mana Sila Ketuhanan Yang Maha Esa diperspektifkan dari semua ajaran agama," jelasnya.
Lebih lanjut, Ketua Badan Pengurus DSN MUI ini menekankan bahwa penolakan terhadap ajaran dan praktik pernikahan sejenis bukan hanya pandangan umat Islam, melainkan konsensus bersama seluruh umat beragama di Indonesia.
"Enam agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia dilindungi semua. Dan tidak ada satupun atas nama HAM yang melegalkan perkawinan sejenis," tegasnya.
Dengan landasan konstitusi dan hukum agama yang kuat tersebut, Kiai Cholil meminta agar narasi HAM luar negeri tidak dipaksakan untuk mendobrak tatanan hukum dan norma sosial yang berlaku di Indonesia.



