Makkah, MCNID.net--Ketua Musyrif Diny, KH M Cholil Nafis, menyatakan bahwa jamaah haji yang sudah memotong rambut atau tahallul awal pasca-melempar Jumrah Aqabah, tidak perlu lagi mencukur rambut mereka setelah menyelesaikan ibadah Sai.

Hal ini disampaikannya dalam memberikan penjelasan bagi jamaah haji Indonesia, yang mayoritas mengambil Haji Tamattu’, agar tidak kebingungan mengenai tata cara penutupan rangkaian ibadah haji.

"Untuk kita yang sudah potong rambut pada saat kita selesai Jumrah Aqabah, tidak diperlukan lagi untuk cukur rambut setelah melaksanakan Sai Shofa dan Marwah," kata ulama yang akrab disapa Kiai Cholil, Kamis (28/5/2026) Waktu Arab Saudi (WAS).

Sebagaimana diketahui, jamaah haji Indonesia yang mengambil pilihan nafar awal bersiap bergerak keluar dari Mina. Setelah fase mabit (bermalam) di Mina selesai, jamaah diimbau untuk segera menyelesaikan rukun haji yang tersisa di Masjidil Haram.

"Jamaah haji Indonesia yang sedang mabit di Mina, insya Allah pada hari esok yang melaksanakan nafar awal akan kita keluar dari Mina. Ibu Bapak, jemaah haji yang dirahmati Allah SWT, jangan lupa kita lanjutkan dengan Tawaf Ifadah yang belum melaksanakannya," kata Wakil Ketua Umum MUI ini.

Setelah melaksanakan Tawaf Ifadah, jamaah haji Tamattu’ diwajibkan untuk melanjutkan prosesi dengan Sai, yakni berjalan dan berlari-lari kecil dari Bukit Shofa ke Bukit Marwah sebanyak 7 kali.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menjelaskan mengapa jamaah Indonesia masih harus melakukan Sai setelah Tawaf Ifadah. Hal ini dikarenakan karakteristik dari jenis haji yang mereka jalani.

"Karena haji kita yang banyak diambil adalah Haji Tamattu’. Selain kita Tawaf Ifadah, juga harus dilanjutkan dengan Sai," tegasnya.

Kondisi ini berbeda dengan jamaah yang mengambil jenis Haji Ifrad (mendahulukan haji baru umrah) atau Haji Qiran (menggabungkan haji dan umrah sekaligus). Bagi kedua jenis haji tersebut, ibadah Sai sudah dicicil dan selesai di awal rangkaian.

"Berbeda dengan orang yang mengambil Haji Ifrad dan Qiran. Itu cukup Sai pada saat dia tawaf ujung (awal)," kata CEO Amanah Zakat.