Jakarta, MCNID.net--Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menegaskan pentingnya perluasan dakwah Wasathiyatul Islam (Islam moderat) di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). 


Menurutnya, penguatan nilai-nilai keagamaan yang moderat merupakan kunci utama dalam melahirkan prajurit penjaga kedaulatan yang profesional, berintegritas, dan cinta Tanah Air.


Dikutip dari Instagram pribadinya @cholilnafis Jumat (3/7/2026), ulama yang akrab disapa Kiai Cholil ini menyampaikan bahwa dalam konteks TNI AU, dakwah Wasathiyatul Islam memiliki arti yang sangat strategis.


Menurutnya, sebagai garda terdepan pelindung rakyat dan penjaga wilayah udara negara, prajurit TNI AU dituntut tidak hanya tangguh secara fisik dan taktis, tetapi juga kokoh secara mental dan spiritual.


"Penguatan nilai-nilai keagamaan yang moderat akan melahirkan prajurit yang profesional, berintegritas, disiplin, serta mampu menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan konstitusi," kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat. 


Kiai Cholil menambahkan bahwa bagi MUI, orientasi dakwah tidak boleh terjebak sekadar pada peningkatan kesalehan individual semata. Lebih dari itu, dakwah harus mampu mengakar menjadi kesalehan sosial dan kesalehan kebangsaan.


Oleh karena itu, ia menekankan bahwa dakwah di lingkungan TNI AU wajib memperkuat tiga pilar hubungan. Pertama, hubungan dengan Allah melalui penguatan akidah, ibadah dan akhlak. 


Kedua, hubungan dengan sesama manusia melalui penghormatan terhadap kemanusiaan, persaudaraan, dan toleransi. 


"Hubungan dengan negara melalui penguatan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Kiai Cholil.