Makkah, MCNID.net--Rangkaian ibadah haji tahun 2026 bagi delegasi pembimbing ibadah haji Indonesia mulai memasuki babak akhir. Ketua Musyrif Diny, KH M Cholil Nafis, telah melaksanakan Thawaf Wada’ pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kemudiaan dijadwalkan tiba kembali di Tanah Air pada Ahad, 7 Juni 2026.


Thawaf Wada’ sendiri merupakan thawaf perpisahan yang dilakukan sebelum seorang jamaah meninggalkan Kota Suci Makkah al-Mukarramah. Secara filosofis, ibadah ini menjadi penutup perjalanan haji yang penuh dzikir, cinta, dan penghormatan kepada Ka’bah, sekaligus menjadi simbol kerinduan mendalam untuk dapat kembali lagi ke Baitullah di masa depan.

Kewajiban ini juga didasarkan pada hadits Rasulullah SAW:

أُمِرَ النَّاسُ أن يَكونَ آخِرُ عَهدِهم بالبَيتِ، إلَّا أنَّه خُفِّفَ عَنِ الحائِضِ.

“Manusia diperintahkan agar akhir perjumpaannya adalah dengan Baitullah, kecuali wanita haid diberi keringanan.” (HR. al-Bukhari)

Sebelumnya, pada Selasa, 12 Mei 2026, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) melepas secara resmi keberangkatan KH Cholil Nafis, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum, bersama 32 anggota Musyrif Diny di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Gus Irfan memberikan amanah besar kepada KH Cholil Nafis untuk memimpin tim yang bertugas sebagai pembimbing dan konsultan ibadah bagi jamaah haji Indonesia.

"Hari ini Selasa 12 Mei 2026 saya melepas 32 Anggota Musyrif Diny untuk bertugas sebagai pembimbing dalam pelaksanaan ibadah haji 2026. Anggota Musyrif Diny sendiri terdiri dari berbagai unsur ormas Islam yang tentunya memiliki tingkat keilmuan fikih dan pengetahuan haji yang mumpuni," ujar Gus Irfan lewat akun Instagram pribadinya saat itu.

Tahun ini, Indonesia memberangkatkan 221 ribu jamaah haji yang datang dari berbagai latar belakang aliran dan ajaran Islam. Di bawah kepemimpinan KH Cholil Nafis, Musyrif Diny sukses menjalankan peran strategisnya dalam mengayomi keberagaman tersebut, memastikan seluruh jamaah terwadahi dengan rukun dan fikih haji yang baik, benar, dan menenangkan.

Menhaj Gus Irfan menegaskan bahwa kehadiran tim ini merupakan pilar penting dalam mewujudkan konsep Tri Sukses Haji, yaitu: sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji dan sukses peradaban dan keadaban.

“Musyrif Diny bukan sekadar pendamping ibadah, melainkan penjaga kualitas manasik jamaah. Mereka memiliki tugas mulia untuk memastikan ibadah haji dilaksanakan secara sahih, tertib, dan tetap memberi kemudahan bagi jamaah sesuai prinsip syariat,” tegas Menhaj.

Salah satu keberhasilan utama tim Musyrif Diny di bawah arahan KH Cholil Nafis musim ini adalah penerapan fiqh taisir atau fikih kemudahan. Pendekatan ini terbukti sangat efektif dalam membantu jamaah lansia, jamaah dengan keterbatasan fisik, serta dalam mengantisipasi situasi darurat di lapangan secara adaptif tanpa menghilangkan makna spiritual haji.

Dengan selesainya Thawaf Wada’ ini, berakhir pula tugas mulia mengawal 221 ribu jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. Kepulangan KH Cholil Nafis ke Tanah Air besok diharapkan membawa berkah serta catatan sukses atas manajemen bimbingan ibadah haji yang inklusif dan mencerahkan.