Jakarta, MCNID.net--PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) tampil tangguh dengan membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp3,39 triliun hingga Mei 2026, atau melesat tumbuh 16,73 persen secara tahunan (Year on Year/YoY). Laju pertumbuhan positif ini salah satunya dipicu oleh lini bisnis baru "Bank Emas" yang sukses menjadi motor penggerak (engine) baru perseroan dalam memperluas jangkauan pasar dan menjaring nasabah baru.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengungkapkan bahwa dalam satu tahun terakhir BSI mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan berkat pemanfaatan status dual licence, yakni sebagai bank syariah sekaligus sebagai bank emas.
“Bank emas menjadi engine baru kami menggaet segmen yang selama ini belum dapat kami jangkau. Jumlah nasabah kami kini meningkat menjadi lebih dari 24 juta per April 2026,” ujar Anggoro dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Lonjakan jumlah nasabah ini terjadi secara eksponensial menyusul dikantonginya izin (licence) Bank Emas pada Februari 2025, yang kemudian diperkuat dengan kenaikan status BSI menjadi Persero pada awal tahun 2026. Status baru tersebut semakin memperkokoh posisi BSI di dalam ekosistem strategis BUMN.
Masuknya BSI ke dalam jajaran 5 besar bank terbesar di Indonesia membawa konsekuensi pada meningkatnya ekspektasi nasabah. Anggoro menegaskan, BSI berkomitmen penuh menghadirkan kualitas layanan digital dan konvensional yang setara dengan bank-bank besar lainnya.
Komitmen tersebut dibuktikan dengan tuntasnya proyek megah transformasi teknologi berupa migrasi core banking dari sistem R10 ke R24 pada pertengahan Mei 2026. Melibatkan sekitar 1.500 personel dan di bawah supervisi Danantara serta OJK, transformasi IT ini sukses meningkatkan efisiensi operasional hingga 80 persen dan memastikan stabilitas sistem (availability channel) berada di angka prima 99,99 persen.
Infrastruktur IT yang baru ini memberikan ruang sangat luas bagi inovasi produk, termasuk penguatan super-app ritel BYOND by BSI serta platform wholesale BEWIZE by BSI. Tercatat hingga Mei 2026, pengguna layanan mobile banking BSI telah menembus 10 juta pengguna dengan nilai transaksi fantastis mencapai lebih dari Rp450 triliun.
Kokohnya fondasi bisnis dan teknologi teandal BSI langsung tercermin pada laporan kinerja keuangan perusahaan per Mei 2026 yang tetap bergerak impresif.
Hingga Mei 2026, BSI membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp3,39 triliun atau tumbuh 16,73 % (YOY). Total aset mencapai Rp444 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp372 triliun, dan pembiayaan sebesar Rp335 triliun dengan kualitas terjaga.
Dengan performa keuangan yang terus meroket, ekosistem baru bersama Danantara, serta optimalisasi lini bisnis Bank Emas, BSI optimis mampu merealisasikan visi besarnya pada tahun 2030, yaitu menggaet total 40 juta nasabah sekaligus menembus posisi Top 5 Global Islamic Bank.
Kantongi Laba Rp3,39 Triliun, BSI Sebut 'Bank Emas' Jadi Motor Baru Gaet Nasabah
📅 06 Juli 2026✍️ AmirBerita



