Jakarta, MCNID.net--Di tengah dinamika konstelasi global yang kian rumit, jaringan perguruan tinggi Islam di Asia dituntut untuk mengambil peran lebih aktif di panggung internasional.


Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004–2009 dan 2014–2019, H M Jusuf Kalla (JK), menyerukan agar kampus-kampus Islam menjadi garda terdepan dalam menyuarakan perdamaian dunia melalui basis kekuatan intelektual dan kemandirian ekonomi yang kokoh.


Penegasan tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat memberikan sesi keynote address dalam forum internasional International Seminar and The 15th Annual General Meeting The Asian Islamic Universities Association (AIUA), yang diselenggarakan di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.


“Dalam dunia yang kompleks, perdamaian adalah jalan rasional ketika ambisi dominasi tidak lagi bisa dicapai melalui konfrontasi. Kampus-kampus Islam di Asia harus mampu menyuarakan perdamaian dunia dengan basis kekuatan intelektual dan ekonomi yang kuat,” ujar Jusuf Kalla, Rabu (24/6/2026) di hadapan ratusan delegasi lintas negara Asia.


Tokoh perdamaian dunia ini menambahkan bahwa diplomasi perdamaian yang disuarakan oleh kalangan akademis tidak akan bergema kuat jika tidak ditopang oleh penguasaan nyata atas kemajuan zaman. 


Oleh karena itu, dunia pendidikan Islam harus melahirkan agen perubahan yang menguasai sains, teknologi, serta memiliki kemandirian ekonomi yang kuat sebagai fondasi bagi keberlanjutan misi sosial dan perdamaian global.


Pandangan mendalam Jusuf Kalla mengenai pentingnya menyuarakan perdamaian lewat jalur intelektual ini disambut hangat oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Presiden AIUA, Prof Asep Saepudin Jahar.


Prof Asep mengungkapkan bahwa momentum pertemuan tahunan AIUA kali ini memang sengaja diarsiteki untuk merespons berbagai konflik regional melalui instrumen keilmuan atau diplomasi akademik.


Melalui partisipasi aktif lebih dari 40 perguruan tinggi Islam dari tujuh negara, termasuk Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura, AIUA tengah menyusun langkah-langkah strategis dan konkret.


“Pertemuan AIUA tahun ini menjadi momentum untuk membangun 'poros kekuatan bersama' antarperguruan tinggi di ASEAN. Kami tengah merumuskan langkah konkret untuk merespons konflik regional melalui diplomasi akademik,” jelas Prof Asep.