Jakarta, MCNID.net--Menyikapi tantangan global yang semakin kompleks, Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an mendorong pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas agama sebagai langkah strategis untuk menggarap potensi besar generasi muda.
Komitmen ini disuarakan langsung dalam ajang internasional The 3rd International Summit of Religious Leaders 2026 yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Jumat (12/6/2026).
Dalam forum yang mengusung tema “Religious Leaders and Youth Empowerment” tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur’an, KH Ahmad Jamil, hadir langsung mewakili delegasi pemimpin agama dari Indonesia.
Ia menegaskan bahwa di era modern ini, mempersiapkan pemuda tidak lagi bisa dilakukan secara sektoral atau terbatas di dalam negeri saja, melainkan butuh sinergi global.
“Kolaborasi lintas negara dan lintas agama merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepemimpinan yang visioner, serta kepedulian terhadap sesama,” ujar KH Ahmad Jamil dalam forum tersebut.
Menurut Kiai Jamil, esensi dari kehadiran para pemimpin agama di era sekarang adalah bagaimana mereka mampu menularkan hikmah dan integritas kepada generasi penerus.
Kerja sama internasional yang diinisiasi lewat KTT ini diharapkan mampu membuka jalan bagi program-program pemberdayaan pemuda yang lebih berdampak luas.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan para tokoh agama saat ini tercermin dari kualitas generasi muda yang mereka bimbing. Pemuda harus dibentuk menjadi agen perubahan yang inklusif dan mampu membawa kemaslahatan, bukan hanya untuk golongannya sendiri, melainkan bagi seluruh peradaban dunia.
Gagasan kolaborasi internasional yang dibawa oleh Daarul Qur’an ini sejalan dengan pandangan para tokoh dunia yang hadir sebagai pembicara dalam KTT tersebut.
Forum ini mempertemukan tokoh-tokoh kunci global untuk merumuskan formula terbaik dalam pemberdayaan pemuda, di antaranya Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Sekretaris Jenderal Muslim World League Syaikh Mohammad bin Abdul Karim Al-Issa, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis dan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Bidang Agama Malaysia Zulkifli Hasan.
Bagi Daarul Qur’an, keikutsertaan dalam konferensi tingkat tinggi ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) lembaga untuk terus memperluas jaringan dan kontribusinya di dunia internasional.
Melalui dorongan kolaborasi global ini, Daarul Qur’an berkomitmen penuh untuk terus memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dan membangun dialog yang konstruktif. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda muslim yang berwawasan global, toleran, dan siap mengambil peran penting dalam kemajuan peradaban di masa depan.



