Jakarta, MCNID.net--Otoritas Kesehatan Masyarakat Arab Saudi (Weqaya) memperketat pengawasan terhadap situasi epidemiologi global seiring meningkatnya mobilitas perjalanan internasional selama musim panas.


Pemerintah Arab Saudi kini tengah memantau ketat penyebaran sejumlah penyakit menular mematikan, mulai dari Ebola hingga Hantavirus, dan meminta jamaah umrah untuk meningkatkan kewaspadaan.


Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan kesehatan masyarakat di dalam negeri Arab Saudi, sekaligus melindungi para pelaku perjalanan ke Tanah Suci agar terhindar dari risiko penularan penyakit lintas negara.


Melansir Saudi Gazette, Jumat (10/7/2026), Weqaya menegaskan bahwa mereka terus berkolaborasi dengan berbagai organisasi kesehatan internasional untuk melacak perkembangan virus-virus tersebut. 


Selain Ebola dan Hantavirus, penyakit lain yang masuk dalam radar pantauan ketat adalah demam kuning (yellow fever) dan influenza musiman yang dilaporkan masih mewabah di beberapa negara.


*Karakteristik Penularan yang Diwaspadai*


Dalam keterangan resminya, Weqaya mengingatkan bahwa setiap penyakit yang diwaspadai memiliki karakteristik penularan yang berbeda dan memerlukan penanganan preventif yang spesifik:


1. Hantavirus 


Umumnya berkaitan dengan paparan atau kontak langsung dengan tikus yang terinfeksi maupun lingkungan yang terkontaminasi kotorannya.


2. Ebola


Menular melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita, jenazah yang terinfeksi, serta hewan pembawa virus.

 

3. Demam Kuning


Ditularkan melalui gigitan nyamuk di wilayah-wilayah endemis tertentu.

 

4. Influenza 


Musiman Menyebar secara cepat melalui percikan saluran pernapasan (droplet) dan kontak erat dengan orang yang terinfeksi.


Proteksi Diri Sejak Sebelum Keberangkatan


Menyikapi ancaman epidemiologi ini, Pemerintah Arab Saudi meminta calon jamaah umrah bersiap sejak dari negara asal. 


Jamaah diwajibkan memeriksa kondisi kesehatan di negara keberangkatan maupun negara transit, serta melengkapi seluruh persyaratan dokumen kesehatan yang berlaku.



Otoritas Saudi secara khusus menekankan pentingnya bukti vaksinasi demam kuning bagi pelaku perjalanan yang berasal dari atau sempat transit di wilayah yang menjadi endemis penyakit tersebut.

Selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, jamaah juga dilarang keras mendekati hewan liar atau hewan pengerat beserta habitatnya, serta diminta menghindari kontak dengan orang yang menunjukkan gejala sakit.



Jika jamaah mengalami gejala medis, baik selama berada di Arab Saudi maupun setelah tiba kembali di Tanah Air, mereka diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan dan menyampaikan riwayat perjalanan secara jujur guna mempercepat proses diagnosis.