Jakarta, MCNID.net--Zamzam merupakan salah satu nikmat istimewa yang dianugerahkan Allah SWT kepada umat Islam. Mata air yang berada di kawasan Masjidil Haram ini tidak hanya dikenal karena sejarahnya yang agung, namun juga lantaran unsur keberkahan dan berbagai keutamaannya yang disebutkan dalam hadis-hadis Nabi SAW.


Tidak mengherankan apabila para jamaah haji dan umroh senantiasa bersemangat meminum Air Zamzam serta membawanya pulang sebagai oleh-oleh untuk keluarga, kerabat, dan tetangga sepulang dari Tanah Suci.


Keistimewaan Air Zamzam membuat para ulama memberikan perhatian khusus terhadap adab ketika meminumnya. Bahkan, sebagian fuqaha mengategorikan adab-adab tersebut sebagai amalan sunnah dan anjuran yang layak dijaga agar seseorang dapat memperoleh keberkahan yang lebih sempurna dari Air Zamzam.


Dalam kitab Al-Mausuโ€™ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah disebutkan bahwa di antara adab meminum Air Zamzam ialah menghadap Kaโ€™bah, membaca basmalah, meminumnya dengan tiga kali tarikan napas, meminum hingga kenyang, memperbanyak doa, memercikkan sebagian airnya ke kepala dan tubuh, serta memuji Allah setelah selesai meminumnya.


ู„ูู„ุดู‘ูุฑู’ุจู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงุกู ุฒูŽู…ู’ุฒูŽู…ูŽ ุขุฏูŽุงุจูŒุŒ ุนูŽุฏู‘ูŽู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุถู ุงู„ู’ููู‚ูŽู‡ูŽุงุกู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูู†ูŽู†ู ุฃูŽูˆู ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ุฏููˆุจูŽุงุชู ุฃูŽูˆู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ูŽุงุชูุŒ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง... ุฅูุฐูŽุง ุดูŽุฑูุจู’ุชูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ููŽุงุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูู„ ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽุฉูŽ ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑู ุงุณู’ู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ุŒ ูˆูŽุชูŽู†ูŽูู‘ูŽุณู’ ุซูŽู„ุงูŽุซู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฒูŽู…ู’ุฒูŽู…ูŽุŒ ูˆูŽุชูŽุถูŽู„ู‘ูŽุนู’ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุงุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ููŽุฑูŽุบู’ุชูŽ ููŽุงุญู’ู…ูŽุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ .ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูŽุง: ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุธูุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ูููŠ ูƒูู„ ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู ูŠูŽุชูŽู†ูŽูู‘ูŽุณู ู…ูู†ู’ ุฒูŽู…ู’ุฒูŽู…ูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ุถูŽุญู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู ูˆูŽูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุฏู’ุฑูู‡ูุŒ ูˆูŽูŠููƒู’ุซูุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุดูุฑู’ุจูู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูŽุดู’ุฑูŽุจูู‡ู ู„ูู…ูŽุทู’ู„ููˆุจูู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ุขู’ุฎูุฑูŽุฉู


โ€œMeminum Air Zamzam memiliki beberapa adab yang oleh sebagian fuqaha dikategorikan sebagai sunnah, anjuran, atau amalan yang dianjurkan. Di antaranya ialah: Apabila engkau meminum Air Zamzam, maka menghadaplah ke Kaโ€™bah, sebutlah nama Allah Taโ€™ala, bernapaslah tiga kali ketika meminumnya, minumlah hingga kenyang, dan apabila telah selesai maka pujilah Allah Taโ€™ala. Di antara adab lainnya adalah memandang Kaโ€™bah setiap kali berhenti untuk bernapas saat minum Zamzam, memercikkan sebagian airnya ke kepala, wajah, dan dada, memperbanyak doa ketika meminumnya, serta meminumnya dengan niat memperoleh berbagai kebaikan yang diharapkan, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.โ€ (Al-Mausuโ€™ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah [Mesir: Dar as-Shafwah], vol. 24, h. 14).ย 


Berdasarkan penjelasan ulama, sebagaimana keterangan di atas dan berbagai riwayat hadis, setidaknya terdapat delapan adab yang dianjurkan ketika meminum Air Zamzam. Dikutip dari MUI Digital, berikut penjelasan detailnya sebagai berikut:


1. Menghadap Kiblat


Adab pertama yang dianjurkan adalah menghadap ke arah kiblat saat meminum Air Zamzam. Para ulama menjelaskan bahwa hal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap syiar-syiar Allah sekaligus wujud pengagungan terhadap keberkahan Air Zamzam.


Syekh Dr Mustofa al-Khin (waft 1429 H) dalam kitabnya menuturkan:


ูˆูŽูŠูุณูŽู†ู‘ู ุดูุฑู’ุจู ู…ูŽุงุกู ุฒูŽู…ู’ุฒูŽู…ูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ูˆููŠ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุดูุฑู’ุจูู‡ู ู…ูŽุง ูŠูุฑููŠุฏู ู…ูู†ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑูุŒ ูˆูŽูŠูุณูŽู†ู‘ู ุงุณู’ุชูู‚ู’ุจูŽุงู„ู ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุดูุฑู’ุจูู‡ู


โ€œDisunnahkan meminum Air Zamzam dan berniat ketika meminumnya untuk memperoleh berbagai kebaikan yang diinginkan. Disunnahkan pula menghadap kiblat ketika meminumnya.โ€ (Al-Fiqh al-Manhaji Ala Mazhab al-Imam Asy-Syafiโ€™i [Damaskus: Dar al-Qalam], vol. 2, h. 188).ย 


2. Membaca Basmalah


Sebagaimana adab makan dan minum pada umumnya, seseorang dianjurkan mengawali minum Air Zamzam dengan membaca basmalah.


Anjuran ini berlandaskan hadis Nabi SAW yang memerintahkan untuk menyebut nama Allah ketika hendak makan dan minum, sebagai berikut:


ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุฃุจูŠ ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŠ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ูŠูŽุง ุบูู„ุงู…ูุŒ ุณูŽู…ู‘ู ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽูƒูู„ู’ ุจููŠูŽู…ููŠู†ููƒูŽุŒ ูˆูŽูƒูู„ู’ ู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠูŽู„ููŠูƒูŽ


โ€œDari Umar bin Abi Salamah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku: Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang berada di dekatmu.โ€ (HR Bukhari-Muslim).ย 


2. Membaca Basmalah


Sebagaimana adab makan dan minum pada umumnya, seseorang dianjurkan mengawali minum Air Zamzam dengan membaca basmalah.


Anjuran ini berlandaskan hadis Nabi SAW yang memerintahkan untuk menyebut nama Allah ketika hendak makan dan minum, sebagai berikut:


ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุฃุจูŠ ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŠ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ูŠูŽุง ุบูู„ุงู…ูุŒ ุณูŽู…ู‘ู ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽูƒูู„ู’ ุจููŠูŽู…ููŠู†ููƒูŽุŒ ูˆูŽูƒูู„ู’ ู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠูŽู„ููŠูƒูŽ


โ€œDari Umar bin Abi Salamah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku: Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang berada di dekatmu.โ€ (HR Bukhari-Muslim)


Imam as-Shanโ€™ani (wafat 1182 H) dalam karyanya menjelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan anjuran untuk membaca basmalah ketika hendak makan dan minum. Karena itu, anjuran membaca basmalah saat makan dianalogikan dengan aktivitas minum, termasuk saat meminum Air Zamzam.


ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ุฏูŽู„ููŠู„ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุฌููˆุจู ุงู„ุชู‘ูŽุณู’ู…ููŠูŽุฉูุ› ู„ูู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽู‚ููŠู„ูŽ: ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู…ูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ูŽุฉูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ู„ู ูˆูŽูŠูู‚ูŽุงุณู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุดู‘ูุฑู’ุจู


โ€œHadis ini menunjukkan kewajiban membaca basmalah sebelum makan, karena adanya perintah untuk melakukannya. Namun, ada pula pendapat yang menyatakan bahwa membaca basmalah ketika hendak makan hukumnya sunnah. Hukum ini juga dianalogikan pada minum, sehingga disunnahkan membaca basmalah sebelum minum.โ€ (Subul as-Salam Syarh Bulugh al-Maram [KSA: Dar Ibn Jauzi], vol. 6, h. 132).ย 


3. Memanjatkan Doa dan Niat yang Baik


Air Zamzam memiliki keistimewaan tersendiri sebab dapat diminum sesuai dengan berbagai niat dan harapan baik peminumnya. Oleh sebab itu, sebelum atau ketika meminumnya, seseorang dianjurkan memperbanyak bacaan doa kepada Allah.


Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam kitabnya menerangkan bahwa para ulama salaf senantiasa memanjatkan doa saat meminum Air Zamzam untuk berbagai hajat dan cita-cita besar yang mereka harapkan. Disebutkan bahwa berkat hal itu, lalu Allah mengaruniakan kepada mereka apa yang diinginkan.


Oleh karena itu, seseorang yang hendak meminum Air Zamzam dianjurkan meminumnya dengan niat memohon ampunan, kesembuhan, kemudahan rezeki, keberkahan ilmu, maupun berbagai kebaikan dunia dan akhirat lainnya.


ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุดูŽุฑูุจูŽ ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู ู…ูŽุงุกูŽ ุฒูŽู…ู’ุฒูŽู…ูŽ ู„ูู…ูŽุทูŽุงู„ูุจู ู„ูŽู‡ู…ู’ ุฌูŽู„ููŠู„ูŽุฉู ููŽู†ูŽุงู„ููˆู’ู‡ูŽุงุŒ ููŽูŠูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ู ู„ูู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ุจูŽ ู„ูู„ู’ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ุงู„ุดู‘ูููŽุงุกู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุฑูŽุถู ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆูู‡ู


โ€œSejumlah ulama meminum Air Zamzam untuk berbagai hajat dan tujuan besar yang mereka inginkan, lalu mereka memperoleh apa yang mereka harapkan. Oleh karena itu, disunnahkan bagi orang yang ingin meminumnya dengan niat memohon ampunan, kesembuhan dari penyakit, atau tujuan-tujuan baik lainnya.โ€ (Al-Idloh fi Manasik al-Hajj wa al-Umroh [Beirut: Dar al-Basyair al-Islamiyah], vol. 1, h. 401)ย 


4. Meminumnya hingga Kenyang


Di antara adab yang sering disebut para ulama adalah meminum Air Zamzam hingga kenyang atau dikenal dengan istilah โ€œtadalluโ€™โ€. Amalan ini termasuk sunnah yang dicontohkan oleh generasi salaf dan disebutkan dalam sejumlah riwayat.


Syekh Khatib asy-Syirbini (wafat 977 H) dalam kitabnya menjelaskan bahwa disunnahkan meminum Air Zamzam sampai kenyang berdasarkan hadis yang menyebutkan bahwa salah satu pembeda antara orang beriman dan orang munafik adalah kesungguhan mereka dalam meminum Air Zamzam hingga merasa puas.


Karenanya, seseorang dianjurkan tidak sekadar meneguk sedikit, tetapi meminumnya dengan penuh harapan akan keberkahan yang terkandung di dalamnya.


ูˆูŽูŠูุณูŽู†ู‘ู ุงุณู’ุชูู‚ู’ุจูŽุงู„ู ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุดูุฑู’ุจูู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽุถูŽู„ู‘ูŽุนูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ู„ูู…ูŽุง ุฑูŽูˆูŽู‰ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ู‡ูŽู‚ููŠู‘ู ู…ูู†ู’ ุทูุฑูู‚ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุขูŠูŽุฉู ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽุถูŽู„ู‘ูŽุนููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฒูŽู…ู’ุฒูŽู…ูŽ


โ€œDisunnahkan menghadap kiblat ketika meminum Air Zamzam dan meminumnya hingga kenyang (tadalluโ€˜). Hal ini berdasarkan riwayat Imam al-Baihaqi melalui beberapa jalur bahwa Nabi SAW bersabda: Di antara tanda pembeda antara kami dan orang-orang munafik adalah bahwa mereka tidak meminum Air Zamzam hingga kenyang.โ€ (Mughni al-Muhtaj ila Maโ€™rifati Maโ€™ani Alfadz al-Minhaj [Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah], vol. 2, h. 282)


5. Bernapas Tiga Kali saat Minum


Adab berikutnya adalah meminum Air Zamzam dengan tiga kali tarikan napas sebagaimana tuntunan minum lainnya. Cara ini tidak hanya lebih beradab, tetapi juga dinilai baik bagi kesehatan serta menunjukkan ketenangan ketika menikmati nikmat Allah.


Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa disunnahkan bernapas tiga kali ketika meminum Air Zamzam sebagaimana adab yang berlaku pada setiap minuman.


ูŠูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุดู’ุฑูŽุจูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงุกู ุฒูŽู…ู’ุฒูŽู…ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠููƒู’ุซูุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู... ูˆูŽูŠูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽู†ูŽูู‘ูŽุณูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง ูƒูŽู…ูŽุง ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ุดูุฑู’ุจู


โ€œDisunnahkan untuk meminum Air Zamzam dan memperbanyak meminumnya. Disunnahkan pula bernapas tiga kali ketika minum, sebagaimana adab yang dianjurkan dalam setiap minuman.โ€ (Al-Majmuโ€™ โ€˜ala Syarh al-Muhadzdzab [Kairo: Mathbaโ€™ah al-Muniriyah], vol. 8, h. 270).ย 


6. Memercikkan Air Ke Kepala, Wajah, dan Dada


Selain dianjurkan untuk diminum, para ulama juga menganjurkan agar sebagian Air Zamzam dipercikkan ke kepala, wajah, dan dada. Anjuran ini dinukil oleh Syekh Abu Bakr bin Muhammad Syatha ad-Dimyathi (wafat 1310 H) dalam catatannya dari keterangan Imam al-Mawardi (wafat 450 H) yang menjelaskan bahwa memercikkan Air Zamzam ke anggota tubuh termasuk amalan yang disunnahkan.


Hal ini dipahami sebagai bentuk tabarruk (pengharapan terhadap keberkahan) Air Zamzam yang telah Allah jadikan sebagai air penuh manfaat dan kebaikan di dalamnya.


ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงูˆูŽุฑู’ุฏููŠู‘ู: ูˆูŽูŠูุณูŽู†ู‘ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุถูŽุญูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู ูˆูŽูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุฏู’ุฑูู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฏูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงุฆูู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูŽุณู’ุชูŽุตู’ุญูุจูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ู…ูŽุง ุฃูŽู…ู’ูƒูŽู†ูŽู‡ู


โ€œImam al-Mawardi berkata: Disunnahkan memercikkan sebagian Air Zamzam ke kepala, wajah, dan dada. Disunnahkan pula membawa bekal Air Zamzam serta membawa pulang sebanyak yang mampu dibawa.โ€ (Hasyiyah Iโ€™anah at-Thalibin [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 2, h. 358)


7. Meminumnya dalam Keadaan Duduk


Adab lainnya yang dianjurkan adalah meminum Air Zamzam dalam keadaan duduk. Sebagian ahli hadis dan fuqaha menjelaskan bahwa ketentuan ini mengikuti adab minum secara umum yang lebih utama dilakukan, yakni sambil duduk.


Sementara itu, riwayat yang menyebutkan Nabi SAW pernah meminum Air Zamzam sambil berdiri dipahami oleh sebagian ulama sebagai penjelasan bahwa hal tersebut boleh dilakukan.


Bahkan terdapat penjelasan bahwa ketika itu beliau posisinya berada di atas tunggangan sehingga tidak bertentangan dengan anjuran minum sambil duduk. Hal ini sebagaimana diuraikan dalam ensiklopedi fiqih yang disusun para ulama Kuwait berikut:


ูˆูŽู†ูŽุตู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถู ุงู„ู’ู…ูุญูŽุฏู‘ูุซููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููู‚ูŽู‡ูŽุงุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูุณูŽู†ู‘ู ุงู„ู’ุฌูู„ููˆุณู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุดูุฑู’ุจู ู…ูŽุงุกู ุฒูŽู…ู’ุฒูŽู…ูŽ ูƒูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูุŒ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง: ุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูŽุง ุฑูŽูˆูŽู‰ ุงู„ุดู‘ูŽุนู’ุจููŠู‘ู ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุณูŽู‚ูŽูŠู’ุชู ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฒูŽู…ู’ุฒูŽู…ูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฆูู…ูŒ ู…ูŽุญู’ู…ููˆู„ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูุจูŽูŠูŽุงู†ู ุงู„ู’ุฌูŽูˆูŽุงุฒูุŒ ูˆูŽู…ูุนูŽุงุฑูุถูŒ ู„ูู…ูŽุง ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุงุฌูŽู‡ู’ ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุตูู…ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฐูŽูƒูŽุฑู’ุชู ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูุนููƒู’ุฑูู…ูŽุฉูŽ ููŽุญูŽู„ูŽููŽ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ููŽุนูŽู„ ุฃูŽูŠู’ ู…ูŽุง ุดูŽุฑูุจูŽ ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุง ู„ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุญููŠู’ู†ูŽุฆูุฐู ุฑูŽุงูƒูุจู‹ุง


โ€œSebagian ahli hadis dan fuqaha juga menegaskan bahwa disunnahkan duduk ketika meminum Air Zamzam sebagaimana minuman lainnya. Mereka mengatakan bahwa riwayat Asy-Syaโ€™bi dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu โ€˜anhu yang menyatakan: Aku memberi minum Rasulullah Muhammad SAW dari Air Zamzam sementara beliau berdiri, dipahami sebagai penjelasan tentang bolehnya minum sambil berdiri. Riwayat itu juga dipertentangkan dengan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari โ€˜Ashim, ia berkata: Aku menyebutkan hal itu kepada Ikrimah, lalu ia bersumpah demi Allah bahwa Nabi SAW tidak meminumnya sambil berdiri. Maksudnya, beliau ketika itu sedang berada di atas tunggangan.โ€ (Al-Mausuโ€™ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah [Mesir: Dar as-Shafwah], vol. 24, h. 15)


8. Membaca Hamdalah setelah Selesai


Setelah selesai meminum Air Zamzam, seseorang dianjurkan mengakhirinya dengan membaca hamdalah sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.


Membaca โ€œalhamdulillahโ€ (hamdalah) ini menjadi penutup dalam adab meminum Air Zamzam, lantaran seluruh kenikmatan dan keberkahannya sejatinya berasal dari Allah SWT semata.


Imam an-Nawawi dalam kitabnya menyatakan:


ูˆูŽูŠูุณู’ุชูŽุญูŽุจ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽู†ูŽูุณูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽู‹ุง ูˆูŽูŠูŽุชูŽุถูŽู„ู‘ูŽุนูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŠ ูŠูŽู…ู’ุชูŽู„ู‰ุก ููŽุฅูุฐูŽุง ูุฑูŽุบูŽ ุญูŽู…ูุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰


โ€œDisunnahkan pula bernapas tiga kali ketika meminumnya dan meminumnya hingga kenyang. Setelah selesai, hendaknya memuji Allah Taโ€™ala.โ€ (Al-Idloh fi Manasik al-Hajj wa al-Umroh [Beirut: Dar al-Basyair al-Islamiyah], vol. 1, h. 401)


Demikian delapan adab yang dianjurkan tatkala meminum Air Zamzam sebagaimana diterangkan dalam berbagai riwayat hadis serta penjelasan para ulama.


Kendati sebagian besar adab tersebut berstatus sunnah, mengamalkannya merupakan bentuk penghormatan terhadap salah satu air yang paling mulia dalam Islam. Karena itu, memperhatikan semua adab di atas sangat dianjurkan bagi umat Islam.



Semoga Allah melimpahkan keberkahan Air Zamzam kepada kita semua serta mengabulkan berbagai hajat dan kebaikan yang kita panjatkan kepada-Nya melalui wasilah keberkahan Air Zamzam. Wallฤhu aโ€˜lam bis แนฃhawฤb.