Jakarta, MCNID.net--Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi membuka pendaftaran Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) Tahun 2026. Ajang penghargaan tertinggi ini dibidik menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan visi besar Indonesia sebagai pusat rantai pasok halal global (global halal hub) di tengah melesatnya potensi pasar produk halal dunia.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menegaskan bahwa potensi pasar produk halal, baik di tingkat domestik maupun internasional, terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Sektor ini dinilai sudah sangat siap untuk bertransformasi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang berpartisipasi dalam IHYA 2026. Melalui ajang ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan industri halal nasional," ujar Faisol Riza dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Faisol, ajang ini bukan sekadar bentuk selebrasi, melainkan pembuktian kualitas produk lokal di mata internasional. "Keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa produk halal Indonesia tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki nilai tambah dan daya saing yang kuat di tingkat global," tambahnya.
Untuk mempercepat lompatan Indonesia ke panggung dunia, penyelenggaraan IHYA 2026 tampil berbeda dengan memperluas radar penilaiannya. Kemenperin memperkenalkan dua kategori baru, yaitu Institusi Pendidikan Tinggi Pendukung Industri Halal Terbaik serta Lembaga Pengelola Sentra IKM Pendukung Industri Halal Terbaik.
Langkah ini diambil demi menciptakan ekosistem ekspor yang solid melalui sinergi triple helix yaitu pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi. Fondasi industri dalam negeri, khususnya Industri Kecil dan Menengah (IKM), diperkuat agar produk yang dihasilkan memiliki standar global yang mampu menembus pasar internasional.
Secara keseluruhan, IHYA 2026 akan menganugerahkan 22 penghargaan yang terbagi dalam tujuh kategori utama. Kategori tersebut menyasar seluruh ekosistem pendukung ekonomi halal, mulai dari perusahaan industri besar, IKM, kawasan industri, lembaga pemerintah, institusi pendidikan, hingga lembaga jasa keuangan.
Selain menjadi batu loncatan ke pasar global, IHYA 2026 juga menjadi instrumen penting untuk mengawal kesiapan industri dalam negeri menghadapi pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026.
Regulasi ini akan mencakup sektor-sektor strategis seperti makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, tekstil, hingga produk rumah tangga. Kesiapan di hulu ini dinilai krusial agar posisi Indonesia sebagai produsen.
Berkaca pada kesuksesan tahun lalu yang berhasil menarik 1.031 peserta, Kemenperin optimistis IHYA 2026 akan diikuti oleh lebih banyak peserta yang siap membawa produknya naik kelas ke level internasional melalui penguatan jejaring dan pengakuan resmi pemerintah.
"IHYA adalah momentum transformasi. Kami mengundang seluruh pelaku industri untuk dapat berpartisipasi dalam mendukung ekosistem industri halal nasional melalui IHYA 2026. Mari bersama-sama kita wujudkan Indonesia sebagai pusat rantai pasok halal global," kata Wamenperin Faisol Riza.



