Jakarta, MCNID.net--Pemerintah Indonesia menyatakan komitmennya untuk memaksimalkan potensi akademisi dalam negeri dalam menggarap Proyek Strategis Nasional (PSN). 


Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar perguruan tinggi dan para peneliti nasional diterjunkan secara langsung sejak tahap awal pembangunan benteng laut raksasa (Giant Sea Wall).


Langkah konkret ini diwujudkan melalui keterlibatan empat perguruan tinggi besar Indonesia, yakni Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (Undip), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Keempat kampus tersebut disiapkan untuk menyuplai tenaga ahli multidisiplin, menyusun kajian teknis komprehensif, hingga mengembangkan teknologi konstruksi yang adaptif.


Guna memperkuat peran akademisi, Kemdiktisaintek telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang memposisikan perguruan tinggi sebagai center of excellence. Keterlibatan para pakar dari empat kampus ini mencakup berbagai bidang vital, mulai dari pemodelan hidrodinamika yang presisi, inovasi material bangunan, teknologi pantai, hingga kajian dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat pesisir di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa.


"Pertanyaan Bapak Presiden hampir selalu sama: Sudah dihitung oleh siapa? Sudah diuji di mana? Dan siapa ahli kita yang menanganinya? Beliau juga menegaskan tidak boleh ada investasi tanpa transfer teknologi. Maknanya jelas, kampus kita harus ada di dalam, bukan sekadar menonton dari luar," tegas Mendiktisaintek Brian Yuliarto di Jakarta, Ahad (16/8/2026). 


Brian menambahkan, peran para guru besar dan ilmuwan lokal tidak berhenti pada tataran riset di atas kertas. Para pakar ini diterjunkan langsung ke dalam tim pelaksana teknis di bawah koordinasi Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Bahkan, beberapa inovasi teknologi pencegah abrasi dan banjir rob karya kampus lokal tersebut telah sukses diujicobakan di wilayah Demak dan Semarang.


Proyek Giant Sea Wall sendiri direncanakan membentang sepanjang 15 segmen dari Provinsi Banten hingga Gresik, Jawa Timur. Presiden Prabowo Subianto bertekad memulai proyek jangka panjang ini pada masa pemerintahannya untuk melindungi kawasan pesisir Jawa. Pembangunan yang diperkirakan memakan waktu 15 hingga 20 tahun tersebut diyakini dapat rampung lebih cepat jika dikerjakan secara serentak dengan keterlibatan aktif para ahli dan teknologi dari dalam negeri.