Jakarta, MCNID.net--PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif. Langkah ini diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan yang difokuskan pada sektor-sektor pro-kerakyatan guna memperluas penyerapan tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia.
Strategi tersebut terbukti efektif memacu kinerja bisnis sekaligus memberikan dampak sosial nyata. Hingga Mei 2026, pembiayaan segmen Small and Medium Enterprise (SME) BSI mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 19 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp26,15 triliun.
Pertumbuhan pembiayaan ini disalurkan ke sejumlah sektor produktif yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, antara lain perdagangan besar dan eceran, pertanian dan perkebunan, hingga jasa pendidikan.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menegaskan bahwa dukungan terhadap usaha kecil dan menengah merupakan strategi utama perseroan dalam menciptakan multiplier effect bagi perekonomian, khususnya pembukaan lapangan kerja baru.
"Kami siap mendorong segmen kecil dan menengah sejalan dengan komitmen Perseroan untuk berkontribusi bagi perekonomian nasional, terutama sektor-sektor pro-kerakyatan yang memperluas lapangan kerja. Kelas usaha ini menjadi salah satu yang dibidik karena potensi mereka sangat besar jika dibina dan diberikan akses pembiayaan yang tepat," ujar Kemas.
Penyuntikan modal dan pendampingan dari BSI terbukti mampu mengubah skala usaha mikro menjadi motor penggerak ekonomi warga sekitar. Salah satu contohnya terlihat pada perjalanan Alfriandra Souvenir, usaha kerajinan asal Jakarta yang didirikan oleh Ibu Yana.
Berawal dari usaha skala rumahan berbasis KUR Syariah, Alfriandra Souvenir kini telah bertransformasi menjadi nasabah segmen SME BSI. Akses pembiayaan yang tepat memungkinkan usaha ini mempertahankan seluruh rantai produksi secara mandiri, mulai dari cetak, sablon, hingga pengemasan, sekaligus menyerap tenaga kerja lokal di sekitarnya.
"Bagi saya, usaha yang berhasil adalah usaha yang bisa memberikan pekerjaan bagi banyak orang dan produknya disukai pelanggan," ungkap Ibu Yana.
Saat ini, BSI telah mendampingi lebih dari 342 ribu nasabah UMKM di seluruh Indonesia. Melalui kombinasi program pelatihan, pembinaan, dan akses pembiayaan syariah, BSI optimistis sektor pro-rakyat akan terus menjadi fondasi utama penyerapan tenaga kerja dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.



