Jakarta, MCNID.net--PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyatakan kesiapan dalam menjalankan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memperluas penyediaan rekening perbankan bagi masyarakat. Hal ini diambil untuk mendukung penguatan inklusi serta literasi keuangan nasional secara merata hingga ke seluruh pelosok negeri.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah. Anggoro menegaskan bahwa BSI berkomitmen menjaga amanah tersebut dengan memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional.
Anggoro menerangkan bahwa penguatan ini dilakukan melalui penyediaan layanan yang makin mudah diakses, perluasan jaringan, serta optimalisasi transformasi digital demi memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, menabung, berinvestasi, hingga memperoleh pembiayaan berbasis syariah.
“Bagi kami, kepercayaan ini merupakan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, modern, dan inklusif. Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga dengan memberikan layanan sepenuh hati, tata kelola yang baik, serta inovasi yang berkelanjutan,” ujar Anggoro dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
untuk menopang kemudahan akses tersebut, Anggoro mengungkapkan bahwa BSI saat ini didukung oleh jaringan fisik yang kuat berupa 1.130 cabang dan lebih dari 134 ribu BSI Agen yang tersebar di wilayah pelosok Indonesia.
Selain itu, masyarakat dapat membuka rekening secara mandiri tanpa harus mendatangi kantor cabang melalui fasilitas online on-boarding pada aplikasi BYOND by BSI.
Transformasi teknologi digital BSI juga terbukti efektif meningkatkan basis nasabah yang kini telah mencapai 24,3 juta orang, atau bertambah 9,84 juta nasabah sejak merger pada tahun 2021. Penguatan sistem IT ini sekaligus menopang keunikan dual license yang dimiliki BSI, yakni Sharia License dan Bullion License (Bank Emas).
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, Anggoro mengatakan bahwa BSI turut mengambil peran aktif sebagai bank agen penyalur bantuan sosial (bansos) tunai.
Anggoro menuturkan, peran ini juga dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai perencanaan keuangan jangka panjang, seperti kepemilikan tabungan emas maupun tabungan haji muda yang dapat dimulai dari nominal terjangkau, yakni Rp50 ribu.
Menurut Anggoro, upaya perluasan inklusi keuangan ini berjalan seiring dengan kinerja keuangan BSI yang terus tumbuh sehat. Hingga Juni 2026, BSI membukukan laba bersih sebesar Rp4,16 triliun atau meningkat 11% (year-on-year). Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 22% menjadi Rp393 triliun, dan penyaluran pembiayaan tumbuh 15,98% mencapai Rp340,09 triliun.
Melalui kolaborasi dengan Danantara Indonesia serta penguatan fondasi digital, BSI optimistis makin banyak masyarakat yang terhubung dengan layanan perbankan, sehingga pilar perekonomian syariah dapat menopang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 secara optimal.



