Jakarta, MCNID.net -- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah yang diperkirakan jatuh pada 26-27 Mei 2026, umat Islam diingatkan untuk memaknai ibadah kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan. Lebih dari itu, kurban merupakan sarana untuk menundukkan hawa nafsu dan menyembelih sifat-sifat kebinatangan dalam diri manusia.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis mengatakan, umat Islam yang memiliki kemampuan sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban. Menurut dia, esensi kurban terletak pada upaya membersihkan jiwa dari sifat rakus, egois, dan sifat kebinatangan.

"Jadi sembelihan itulah yang paling penting di dalam berkurban itu. Menyembelih hewani kita, menyembelih rasa rakus kita, jiwa kehewanan kita," ujar Kiai Cholil, Selasa (28/4/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok itu menjelaskan, ibadah kurban memiliki kedudukan yang sangat penting dalam syariat Islam. Bahkan, Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa kurban hukumnya wajib bagi Muslim yang mampu melaksanakannya.

Meski demikian, mayoritas ulama bersepakat bahwa hukum berkurban adalah sunnah muakkad, yakni sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim yang memiliki kelapangan rezeki.

Karena itu, menjelang Idul Adha tahun ini, umat Islam yang diberi kemampuan finansial dianjurkan untuk tidak melewatkan kesempatan meraih keutamaan ibadah tersebut. Kurban bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga wujud solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Kiai Cholil juga menjelaskan, pembagian daging kurban memiliki ketentuan yang berbeda dengan distribusi zakat. Jika zakat secara khusus diperuntukkan bagi golongan tertentu, maka daging kurban dapat dibagikan lebih luas.

"Soal distribusi daging hewan kurban tidak seperti halnya distribusi zakat kepada fakir miskin. Bahkan, orang yang berkurban pun disunnahkan untuk makan sebagiannya," kata dia.

Dengan demikian, ibadah kurban tidak hanya menghadirkan nilai spiritual berupa ketundukan kepada Allah, tetapi juga mempererat ikatan sosial melalui berbagi kebahagiaan dengan keluarga, kerabat, dan masyarakat luas pada momentum Idul Adha. (ed: Sagara)