Jakarta, MCNID.net -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI), KH M Cholil Nafis mengatakan, perkembangan produk makanan dan minuman saat ini semakin pesat dan beragam. Inovasi dalam produk olahan, termasuk penggunaan berbagai perisa sintetis, menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kehalalan produk.

"Di tengah dinamika ini, batas antara yang jelas dan yang subhat pun semakin meluas, sehingga kehati-hatian menjadi sebuah keniscayaan," ujar Kiai Cholil saat sambutan dalam acara Puncak Festival Syawal 1447 Hijriah bertajuk "Toko Bahan Baku Halal, Langkah Awal Menuju UMKM Tangguh" di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Untuk memastikan kehalalan suatu produk, menurutnya, prosesnya tidak bisa dilepaskan dari audit yang ketat dan terstruktur. Penetapan kehalalan tetap berada di tangan para ulama, sementara pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah.

"Di sinilah peran ulama tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Sebab, negara yang berjalan tanpa landasan nilai spiritual berisiko kehilangan arah, termasuk dalam hal integritas dan kedisiplinan," ucap Kiai Cholil.

Menurutnya, kegiatan festival Syawal ini menjadi ruang pertemuan yang penting antara pemerintah, ulama, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap kolaborasi ini mampu memperkuat sinergi dalam menjaga dan mengembangkan ekosistem halal di Indonesia.

Ia pun menyoroti pentingnya memperkuat industri bahan baku halal di dalam negeri. Langkah tersebut diyakini tidak hanya akan memperkokoh jaminan halal, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi umat dan memperkuat daya saing industri halal nasional.

"Oleh karena itu, penting untuk terus mendorong sinergi dalam pengembangan industri bahan olahan halal. Jika upaya ini dapat dilakukan secara konsisten, maka bukan hanya jaminan halal yang terjaga, tetapi juga kemandirian umat yang dapat semakin diperkuat," jelas Kiai Cholil.

Pengasuh Ponpes Cendikia Amanah Depok ini menambahkan, konsep halal tidak boleh dipandang sebatas urusan sertifikasi produk. Lebih dari itu, halal harus menjadi fondasi bagi penguatan ekonomi umat yang berlandaskan prinsip kehalalan dan keberkahan.

"Kami juga berkomitmen untuk terus mendukung profesionalitas LPPOM beserta seluruh tim di dalamnya. Dengan dedikasi dan integritas, LPPOM diharapkan senantiasa menjadi garda terdepan dalam memastikan kehalalan produk, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat," kata Kiai Cholil. (ed, Sagara).