Jakarta, MCNID.net--Pergantian tahun selalu menjadi momen yang dinanti oleh banyak orang. Namun, berbeda dengan tahun baru Masehi yang kerap diwarnai dengan hiruk-pikuk kembang api, konser musik, dan berbagai bentuk hiburan duniawi, kedatangan Tahun Baru Hijriyah dalam tradisi Islam menawarkan atmosfer yang sepenuhnya berbeda.
Bagi umat Muslim, momentum 1 Muharram tidak dimaknai dengan pesta pora, melainkan sebagai ruang sunyi untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri), memanjatkan doa, serta memperbarui komitmen spiritual kepada Allah SWT. Ini adalah waktu untuk merenungi lembaran hidup yang telah lalu dan menata niat baik demi masa depan yang lebih berkah.
Keagungan bulan Muharram ini membuat para ulama sejak zaman dahulu memberikan perhatian yang sangat khusus. Mereka tidak hanya menganjurkan umat untuk berbenah diri secara batin, tetapi juga mewariskan rangkaian amalan nyata yang terjaga secara turun-temurun, salah satunya adalah konsistensi dalam berdoa.
Tradisi menjaga doa di pergantian tahun ini terekam kuat dalam literatur Islam klasik. Dalam kitab Mir’at az-Zaman fi Tawarikh al-A’yan, seorang ulama besar Syekh Syamsuddin Abu al-Mudhaffar Yusuf Sibth Ibn al-Jauzi (wafat 654 H) menceritakan bagaimana gurunya mengajarkan sebuah doa awal tahun.
Amalan ini bukan sekadar anjuran musiman, melainkan sebuah rutinitas spiritual yang dijaga sepanjang hayat oleh para guru terdahulu.
عَلَّمَنِي دُعَاءَ السَّNَةِ، فَقَالَ: مَا زَالَ مَشَايِخُنَا يُوَاظِبُونَ عَلَى هَذَا دُعَاءِ فِي أَوَّلِ كُلِّ سَنَةٍ وَآخِرِهَا، وَمَا فَاتَنِي طُولَ عُمْرِي
“Para guru kami senantiasa membiasakan diri membaca doa ini pada awal dan akhir setiap tahun. Sepanjang hidupku, aku tidak pernah meninggalkannya.” (Mir’at az-Zaman, Vol. 22, h. 180).
Sebelum melangkah pada doa awal tahun, para ulama juga mengajarkan sebuah riyadhoh atau amalan khusus pada hari pertama bulan Muharram. Berdasarkan keterangan dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur, umat Islam dianjurkan untuk membaca Ayat Kursi sebanyak 360 kali, dengan menyertakan bacaan basmalah di setiap awal pengulangannya.
Syekh Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan (wafat 1304 H) mengutip pandangan sebagian ulama mengenai rahasia di balik angka dan amalan tersebut. Membaca Ayat Kursi sebanyak jumlah hari dalam setahun ini diyakini memiliki fadhilah yang sangat besar sebagai proteksi spiritual.
“Sebab, bacaan tersebut merupakan benteng yang kokoh dari gangguan setan terkutuk selama tahun itu. Di dalamnya juga terdapat berbagai manfaat yang tidak terhitung dan tidak terbatas. Dan sebaiknya bacaan itu dilakukan sebelum membaca doa,” tulis Syekh Ahmad bin Zaini Dahlan.
Setelah membentengi diri dengan lantunan Ayat Kursi, rangkaian amalan tersebut kemudian ditutup dengan doa memohon perubahan nasib dan keadaan kepada Allah SWT. Berikut adalah doa awal tahun yang dianjurkan:
اللَّهُمَّ يَا اللهُ يَا مُحَوَّلَ الْأَحْوَالِ؛ حَوِّلْ حَالِي إِلَى أَحْسَنِ الْأَحْوَالِ، بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيزُ يَا مُتَعَالٍ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
(Allāhumma yā Allāhu yā Muḥawwilal-Aḥwāl, ḥawwil ḥālī ilā aḥsanil-aḥwāl, biḥaulika wa quwwatika yā ‘Azīzu yā Muta’āl. Wa shallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa shaḥbihī wa sallam).
Artinya:
"Ya Allah, wahai Allah, wahai Dzat yang mengubah segala keadaan, ubahlah keadaanku kepada keadaan yang paling baik dengan daya dan kekuatan-Mu, wahai Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahatinggi. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kami Rasulullah Muhammad, beserta keluarga dan para sahabat beliau."
Melalui tradisi dan amalan yang bersumber dari kitab-kitab muktabar ini, Islam mengajarkan bahwa cara terbaik menyambut masa depan bukanlah dengan hura-hura yang melalaikan, melainkan dengan mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Waktu.
Pergantian Tahun Baru Hijriyah adalah momentum emas untuk mengetuk pintu langit, memohon perlindungan, dan meminta agar kualitas hidup kita diubah menjadi jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Begini Tradisi Islam dan Amalan Ulama dalam Menyambut Tahun Baru Hijriyah
📅 15 Juni 2026✍️ AmirKeislaman



