Jakarta, MCNID.net--Fase pemulangan jamaah haji Indonesia ke Tanah Air memasuki babak baru. Memasuki hari ke-57 operasional haji, penerbangan perdana untuk pemulangan jamaah haji Gelombang II secara resmi mulai diberangkatkan dari Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Arab Saudi.


Dimulainya fase ini menjadi tonggak penting mengingat operasional pemulangan kini terbagi di dua gerbang utama, setelah sebelumnya berfokus pada pemulangan Gelombang I melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.


Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Maria Assegaff, mengonfirmasi bahwa seluruh kepanitiaan di Daerah Kerja (Daker) Madinah telah disiagakan penuh untuk mengawal masa transisi kepulangan ini.


“Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jamaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia. Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Maria dalam keterangan resminya di Madinah, Selasa (16/6/2026).


Berdasarkan data berkala yang dirilis Kemenhaj hingga hari ke-15 fase kepulangan ini, grafik pergerakan jamaah kembali ke Indonesia terus menunjukkan tren yang lancar dan terkendali. Secara akumulatif, hampir 48 persen dari total kuota jamaah haji Indonesia telah mendarat di Tanah Air.


Tercatat sebanyak 261 kelompok terbang (kloter) telah berhasil diterbangkan dari Arab Saudi, membawa total 102.433 orang yang terdiri dari jamaah dan petugas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 253 kloter dengan total 99.497 orang dilaporkan sudah tiba dan disambut di berbagai embarkasi di Indonesia.


Sementara itu, proses pemulangan jamaah haji khusus juga memperlihatkan perkembangan signifikan dengan jumlah kepulangan mencapai 15.802 orang, terdiri dari 15.066 jamaah dan 736 petugas.


Di sisi lain, arus pergeseran jamaah dari Makkah yang hendak menyelesaikan ibadah arbain di Madinah sebelum pulang juga masih terus mengalir. Hingga Selasa, tercatat 157 kloter membawa 60.870 jamaah dan petugas Gelombang II telah tiba dengan selamat di kota nabi tersebut.


Guna memastikan kelancaran proses boarding di Bandara Madinah dan menghindari hambatan birokrasi, Kemenhaj mengeluarkan sejumlah imbauan tegas kepada para jamaah yang kini tengah bersiap di hotel masing-masing.


Pertama, jamaah diminta untuk memberikan perhatian ekstra terhadap dokumen perjalanan, terutama paspor. Dokumen utama ini harus dipastikan tersimpan di tempat yang aman namun mudah diakses, agar tidak tercecer saat proses pemeriksaan di bandara udara.


Kedua, Kemenhaj kembali mengingatkan aturan ketat mengenai larangan memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin.


“Kepatuhan terhadap ketentuan ini akan membantu memperlancar proses pemeriksaan keamanan penerbangan, menghindari pembongkaran paksa bagasi oleh pihak otoritas bandara, serta mempercepat proses keberangkatan jamaah,” jelas Maria.


Bersamaan dengan dimulainya pemulangan dari Madinah, manajemen Kemenhaj turut mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh jamaah haji Indonesia. 


Momentum tahun baru ini diharapkan menjadi pemantik bagi jemaah untuk membawa pulang esensi "Haji Mabrur" ke Tanah Air.


“Semoga momentum tahun baru ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan ritual, tetapi juga perjalanan transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik. Kemabruran haji harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak yang baik dan kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat,” tutupnya.