Jakarta, MCNID.net--PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memperkuat perannya sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi inklusif. Melalui komitmen pendampingan dan pembiayaan yang berkelanjutan, BSI mencatatkan pertumbuhan signifikan pada segmen Small and Medium Enterprise (SME) sebesar 19 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp26,15 triliun per Mei 2026.
Pertumbuhan positif ini menjadi angin segar bagi akselerasi pelaku UMKM lokal di berbagai wilayah Indonesia agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan menembus pasar yang lebih luas.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyatakan bahwa BSI berfokus memberikan akses keuangan yang tepat pada sektor-sektor produktif dan pro-kerakyatan, seperti perdagangan besar dan eceran, pertanian, hingga jasa pendidikan.
"Kami siap mendorong segmen kecil dan menengah sejalan dengan komitmen Perseroan untuk berkontribusi bagi perekonomian nasional. Kelas usaha kecil dan menengah ini menjadi salah satu yang dibidik karena potensi mereka sangat besar jika dibina dan diberikan akses pembiayaan yang tepat," ujar Kemas.
Saat ini, portofolio pendampingan UMKM BSI telah menjangkau lebih dari 342 ribu pelaku usaha di seluruh Indonesia. Kehadiran pembiayaan berbasis syariah terbukti mampu memberikan kepastian dan dorongan bagi pengusaha lokal untuk "naik kelas" bertransformasi dari skala mikro hingga masuk ke skala menengah.
Dampak nyata dari dorongan pembiayaan BSI ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha lokal, salah satunya Ibu Yana, pemilik Alfriandra Souvenir asal Jakarta. Mengawali kemitraan sebagai nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah, usahanya yang dirintis sejak tahun 1997 kini resmi melesat masuk ke dalam segmen SME BSI.
Dukungan finansial dan pembinaan yang tepat memungkinkan Alfriandra Souvenir menjaga kualitas rantai produksi mandiri, mulai dari percetakan, sablon, hingga pengemasan, sambil terus memperluas jangkauan pasar dan memenuhi kebutuhan konsumen yang dinamis.
"Bagi saya, usaha yang berhasil adalah usaha yang bisa memberikan pekerjaan bagi banyak orang dan produknya disukai pelanggan," kata Ibu Yana.
Dengan kombinasi akses modal yang tepat, pembinaan yang terarah, serta semangat inovasi dari pelaku usaha, BSI optimistis sektor UMKM nasional akan terus menjadi fondasi kokoh bagi penciptaan lapangan kerja dan pemerataan ekonomi di Indonesia.



