Jakarta, MCNID.net--Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan penilaian terhadap substansi isi buku Islam ala Prabowo. Berdasarkan kajian MUI, buku tersebut dinyatakan bersih dari celah penyimpangan, baik dari sudut pandang akidah maupun syariah Islam.

Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menyampaikan bahwa buku tersebut pada dasarnya merupakan bunga rampai yang berisi berbagai perspektif penulis mengenai sosok Prabowo Subianto, khususnya dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam di ruang sosial, politik, dan kebangsaan.

"Dari sisi substansi, berdasarkan penilaian kami, tidak ditemukan penyimpangan dalam akidah maupun syariah," tegas Kiai Cholil Nafis dikutip dari postingan di akun Instagram pribadinya @cholilnafis, Kamis (10/9/2026).

Meski tidak menemukan persoalan pada ranah hukum Islam, MUI tetap memberikan catatan evaluasi terkait teknis penyusunan buku. Kiai Cholil menekankan pentingnya akurasi dan kecermatan tim penulis, terutama dalam mengonfirmasi ulang hasil wawancara kepada para narasumber sebelum diterbitkan.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini, mengonfirmasi ulang hasil wawancara tersebut kepada narasumber sangat penting untuk mencegah timbulnya kekeliruan, sanggahan, maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat di kemudian hari.

Di samping penilaian substansi, Kiai Cholil memastikan bahwa buku tersebut bukanlah bagian dari program, pekerjaan, ataupun produk resmi MUI tahun 2025. Penulis buku tersebut juga dipastikan bukan merupakan pengurus MUI.

Adapun kehadiran Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dalam acara peluncuran buku tersebut, Kiai Cholil menerangkan bahwa kehadirannya murni dalam kapasitas memenuhi undangan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas, yang mana peluncuran buku menjadi salah satu agenda pengisinya.

"Jadi, posisi MUI jelas: buku tersebut bukan produk atau program resmi MUI, dan dari sisi akidah maupun syariah tidak terdapat persoalan yang menyimpang," kata Ketua Badan Pengurus DSN MUI ini.