Jakarta, MCNID.net--Bagi umat Islam yang pernah menunaikan ibadah haji beberapa tahun lampau, prosesi pergantian Kiswah atau kain penutup Ka'bah identik dengan tanggal 9 Dzulhijjah. Kain sutra hitam agung tersebut biasanya diganti pada pagi hari saat jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah.


Namun, prosesi tersebut saat ini telah berubah. Otoritas Arab Saudi kini menggelar ritual sakral tersebut setiap malam tahun baru Islam, menjelang masuknya tanggal 1 Muharram.


Mengapa jadwal yang telah mengakar selama puluhan tahun itu digeser?


Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Erti Herlina, memaparkan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari keputusan historis yang diambil oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud. Pergeseran waktu prosesi ini mulai resmi diberlakukan pada tahun 2022 atau 1444 Hijriah lalu.


"Saya pernah menyaksikan langsung pergantian kiswah pada 2018 yang lalu, saat itu masih dilakukan pada 9 Dzulhijjah atau malam Arafah. Kemudian Raja Salman memutuskan pergantian kiswah dilaksanakan pada 1 Muharram," ujar Erti Herlina di Makkah dikutip dari MUI Digital, Selasa (16/6/2026). 


Pergeseran waktu ini bukan tanpa alasan. Dari sisi manajemen Masjidil Haram, penggantian Kiswah pada 1 Muharram dinilai lebih efisien secara logistik. Pada tanggal 9 Dzulhijjah, konsentrasi penuh otoritas keamanan dan pelayanan Arab Saudi terpecah untuk mengawal jutaan jamaah yang bergerak dari Mina ke Arafah.


Dengan memindahkannya ke tanggal 1 Muharram, prosesi penurunan kiswah lama dan pemasangan kiswah baru oleh tim khusus dapat dilakukan secara lebih terstruktur, khidmat, dan bertahap tanpa mengganggu puncak ibadah haji.


Selain itu, momen 1 Muharram dipilih karena memuat dimensi filosofis yang sangat kuat. Pergantian kain penutup kiblat umat Islam sedunia ini sengaja disinkronisasikan dengan pergantian kalender Hijriah sebagai penanda babak baru.


"Pergantian kiswah di Masjidil Haram pada 1 Muharram menjadi simbol tahun baru Islam sebagai momentum lahirnya semangat baru dan pencucian diri secara spiritual," jelas Erti.


Di samping nilai spiritual dan sejarah perubahannya, Erti mengingatkan bahwa penggantian Kiswah secara berkala setiap satu tahun sekali adalah sebuah kebutuhan fisik yang mutlak bagi bangunan Baitullah.


Sebagai pusat tawaf, Ka'bah dikelilingi dan disentuh oleh jutaan manusia dari berbagai belahan dunia sepanjang tahun, baik saat musim haji maupun umrah.


"Bayangkan setiap orang memegang kain penutup Ka'bah itu. Dalam satu tahun, sudah jutaan orang yang menyentuhnya, sehingga diperlukan pembaruan atau penggantian demi menjaga kesucian, kebersihan, dan keindahan penutup Ka'bah," tambahnya.


Kiswah yang dipasang setiap 1 Muharram bukanlah kain sembarangan. Penutup Ka'bah ini terbuat dari bahan sutra hitam murni berkualitas tinggi. Keindahannya terpancar dari hiasan kaligrafi ayat-ayat Alquran yang disulam timbul menggunakan benang emas dan perak murni.


Mahakarya ini diproduksi secara khusus oleh para pengrajin lokal terampil di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Pembuatan Kiswah Ka'bah yang berlokasi di Makkah.