Jakarta, MCNID.net--Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menyampaikan apresiasi mendalam atas kesiapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sebagai tuan rumah penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.


Singgih menilai rekam jejak Pondok Pesantren Bahrul Ulum serta dukungan masyarakat Jombang menjadi fondasi kuat untuk menyambut puluhan ribu muktamirin dan penggembira dari seluruh pelosok Nusantara maupun mancanegara.


Komisi VIII DPR RI, menurut Singgih, menyoroti pentingnya kelancaran sarana dan prasarana penunjang demi kenyamanan para tamu dan peserta perhelatan akbar tersebut. Singgih mengungkapkan optimismenya terhadap kesiapan pesantren dan pemerintah daerah setempat.


Singgih meyakini, kordinasi lintas sektor antara panitia lokal, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dipastikan sangat matang dalam mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas serta penyediaan kantong parkir dan rekayasa jalan menuju kawasan pesantren.


Selain itu, Pesantren Bahrul Ulum bersama jajaran panitia telah memetakan pemanfaatan asrama santri, fasilitas umum, hingga rumah-rumah warga sekitar untuk menampung para peserta dan kiai dengan memperhatikan standar kenyamanan serta kebersihan.


Singgih berharap dengan kehadiran ribuan orang, posko kesehatan dan dapur umum disiagakan di berbagai titik strategis untuk memastikan suplai logistik dan pelayanan medis darurat berjalan optimal selama lima hari pelaksanaan.


"Pondok Pesantren Bahrul Ulum memiliki sejarah panjang dan pengalaman besar. Kami di Komisi VIII optimistis tuan rumah siap memberikan pelayanan terbaik bagi para kiai dan muktamirin," ujar Singgih Januratmoko kepada MCNID, Senin (24/8/2026).


Sebagai mitra kerja kementerian yang membidangi urusan agama dan sosial, Komisi VIII DPR RI menaruh harapan besar pada hasil rumusan strategis Muktamar ke-35 NU. Singgih menegaskan bahwa NU memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas dan kemajuan bangsa.


Singgih berharap Muktamar NU mendorong lahirnya rekomendasi konkrit terkait pengembangan ekonomi berbasis pesantren dan penguatan jaringan UMKM warga Nahdliyin.


Salah satunya, integrasi kurikulum pesantren dengan kebutuhan industri masa depan tanpa menghilangkan jati diri keilmuan Islam inklusif dan moderat (wasathiyah), "Negara ini membutuhkan kehadiran NU. Muktamar NU juga diharapkan menghasilkan keputusan bahtsul masail yang responsif terhadap dinamika hukum modern, transformasi digital, serta isu-isu kemanusiaan global," harap Singgih.


Menjelang pembukaan forum tertinggi organisasi tersebut, Singgih menyampaikan ajakan hangat kepada seluruh elemen yang terlibat untuk menjaga suasana kondusif, teduh, dan penuh keharmonisan, "Kami mengimbau agar seluruh warga Nahdliyin dan penggembira untuk senantiasa menjaga ketertiban, kebersihan lingkungan pesantren, serta mematuhi arahan panitia di lapangan," imbuhnya. 


Muktamar ini juga sebagai ajang silaturahmi nasional yang memperkuat tali kebangsaan dan keumatan. Singgih mengapresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada para kiai, pengasuh pesantren, serta jajaran panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan gelaran bersejarah ini.

"Mari kita sukseskan Muktamar ke-35 NU ini dengan semangat kebersamaan, sejuk, dan menghasilkan gagasan-gagasan besar bagi kemajuan Indonesia," kata Singgih.