Jakarta, MCNID.net--Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, KH M Cholil Nafis, menyatakan bahwa setiap ujian dan persoalan hidup yang dialami manusia bukanlah bentuk kebencian Allah. Sebaliknya, ujian merupakan proses penempaan diri agar seseorang tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan hebat.

Hal tersebut disampaikan Kiai Cholil saat memberikan tausiyah dalam program Damai Indonesiaku TVOne, dikutip Ahad (6/9/2026). Kiai Cholil meneladani perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang telah diuji sejak kecil dengan menjadi seorang anak yatim piatu, sebelum akhirnya tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan berkarakter kuat.

"Tidak mungkin pisau yang tajam itu tanpa dipanas, dibakar, dihantam, dipukul. Di situlah Rasulullah sejak kecil menjadi anak yatim piatu, hidup berdagang, kemudian berjuang. Bukan itu kebencian," ujar Kiai Cholil.

Wakil Ketua Umum MUI ini mengimbau umat Islam agar tidak berkecil hati ketika berhadapan dengan beragam masalah, mulai dari persoalan ekonomi hingga beban hidup harian. Menurutnya, kesusahan tersebut harus dimaknai sebagai sarana latihan dari Allah SWT.

"Jadi kalau menghadapi dalam kehidupan berbagai persoalan, ingat Allah sedang melatih kita untuk menjadi orang hebat," tegasnya.

Selain menghadapi ujian dengan ketabahan, Kiai Cholil juga mengajak jamaah untuk rutin mengamalkan shalawat kepada Nabi Muhammad. Membaca shalawat dengan kesadaran dan keikhlasan hati disebutnya dapat mendatangkan rahmat, ketenangan, serta solusi atas berbagai persoalan hidup.

Kiai Cholil menambahkan, keterikatan batin dan rasa cinta kepada Rasulullah yang diwujudkan lewat shalawat serta perbuatan nyata akan melahirkan mentalitas pantang menyerah dalam menghadapi ujian zaman.