Madinah, MCNID.net--Ketua Musyrif Diny, KH Cholil Nafis, memastikan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan memfasilitasi pelaksanaan badal haji secara bagi jemaah yang wafat dalam perjalanan atau sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji (wukuf di Arafah).

Wakil Ketua Umum MUI ini mengungkapkan bahwa Musyrif Diny telah melakukan koordinasi matang dengan Kemenhaj guna memastikan seluruh jemaah yang memenuhi kriteria tersebut mendapatkan hak badal hajinya tanpa dipungut biaya.

"Musyrif Diny sudah berkoordinasi dengan Kemenhaj bahwa jemaah haji yang wafat saat perjalanan haji sebelum pelaksanaan ibadah akan dilakukan badal haji. Ada orang yang menggantikan untuk menghajikannya. Dari Kemenhaj sudah disiapkan petugas badal hajinya," kata Kiai Cholil di Madinah, Jumat (15/5/2026). 

Kiai Cholil menegaskan, secara syariat jemaah yang wafat di perjalanan atau sebelum pelaksanaan Wukuf di Arafah tetap akan mendapatkan keutamaan pahala haji yang utuh. Melalui skema badal haji yang disiapkan pemerintah, niat suci jemaah tersebut akan disempurnakan oleh petugas yang ditunjuk.

"Sehingga ia sebenarnya mendapatkan pahala haji, insyaallah mendapatkan sebagaimana yang haji. Dan insyaallah orang yang wafat dalam perjalanan untuk berangkat haji mendapat pahala yang agung di sisi Allah SWT karena ia wafat di dalam perjalanan ibadah," terangnya. 

Lebih lanjut, Kiai Cholil menjelaskan bahwa kebijakan badal haji ini memiliki landasan hukum fikih yang kuat dalam Islam. Ia mengisahkan riwayat di masa Rasulullah SAW ketika seorang sahabat bertanya mengenai orang tuanya yang wafat sebelum sempat melaksanakan haji.

"Rasulullah SAW membenarkan ketika ada sahabat bertanya tentang orang tuanya yang mau haji tapi wafat sebelum pelaksanaan ibadah haji, apakah boleh digantikan hajinya? Rasulullah menjawab iya," jelasnya.

Ia juga membuat analogi bahwa ibadah haji yang sudah diniatkan dan dimulai perjalanannya layaknya sebuah utang yang wajib ditunaikan.

"Seperti halnya orang yang punya utang, maka ahli warisnya wajib membayarkan utangnya. Demikian juga orang yang sudah berjanji mau haji, seperti orang yang sudah berangkat haji, maka dia bisa dihajikan oleh orang lain," tambahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menyampaikan pesan mendalam dan takziah kepada keluarga jemaah yang wafat di Tanah Suci.

Kiai Cholil mendoakan keluarga yang ditinggalkan di Tanah Air dapat mengikhlaskan kepergian almarhum atau almarhumah.

"Semoga keluarga mengikhlaskan terhadap kepergian keluarganya. Insyaallah almarhum/almarhumah dalam keadaan bahagia bertemu dengan Allah SWT," pungkasnya.