Makkah, MCNID.net--Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), KH Maman Imanulhaq, menggelar pertemuan khusus dengan Ketua Musyrif Diny 2026 KH M Cholil Nafis di Makkah, Arab Saudi.

Pertemuan di sela-sela pelaksanaan ibadah haji ini fokus membahas penguatan tata kelola haji yang tidak hanya modern secara teknis, tetapi juga wajib menerapkan prinsip syariah secara sempurna.

Kang Maman, sapaan akrab Maman Imanulhaq, menegaskan bahwa urusan haji tidak boleh direduksi sekadar persoalan logistik dan manajemen semata.

"Urusan haji bukan sekadar persoalan teknis pelayanan, transportasi, konsumsi, atau akomodasi. Haji adalah ibadah agung yang di dalamnya ada amanah syariah, amanah umat, dan amanah pengelolaan yang harus dijaga dengan penuh kehati-hatian," ujar Kang Maman dikutip dalam akun Instagram pribadinya @mamanimanulhaq, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, indikator keberhasilan penyelenggaraan haji selama ini sering kali hanya berkutat pada kelancaran fase keberangkatan dan kepulangan jamaah. Padahal, esensi paling krusial adalah memastikan seluruh prosesnya tidak menabrak koridor hukum Islam.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai ada beberapa prinsip yang harus menjadi fondasi utama dalam pengelolaan ibadah haji, yaitu transparansi, keadilan, kemaslahatan, kejujuran, dan keberpihakan terhadap jamaah sebagai tamu-tamu Allah SWT.

"Pelayanan yang baik adalah kewajiban, namun ruhnya tetap syariah. Teknologi boleh modern, manajemen boleh profesional, tetapi nilai-nilai amanah, adab, dan keberkahan tidak boleh hilang," tegasnya.

Kang Maman mengingatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) perhajian di Indonesia agar selalu meluruskan niat dalam melayani umat.

"Sebab haji bukan sekadar perjalanan manusia menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan ruhani menuju Ridha Ilahi. Oleh karena itu, penerapan prinsip syariah secara sempurna adalah harga mati," pungkasnya.

Hadir dalam pertemuan ini Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsulrijal, serta sejumlah tokoh lainnya.