Jakarta, MCNID.net--Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Sodik Mudjahid mendoronf pengelolaan zakat, infak, dan sedekah pada program pemberdayaan yang produktif dan berdampak.
Menurutnya, dana umat perlu dikelola untuk membantu kebutuhan yang mendesak, serta membangun kemandirian ekonomi penerima manfaat atau mustahik.
“Penekanan kepada konsep produktif dan berdampak adalah bahwa mobilisasi zakat infaq sodaqoh harus semakin fokus kepada pendayagunaan,” ujar Sodik dalam pembukaan Rakornas Baznas 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Baznas merumuskan delapan Asta Stratas Baznas 2026–2031. Agenda ini meliputi penguatan ekosistem manajemen dan digitalisasi, peningkatan kompetensi serta integritas amil, perluasan jaringan organisasi hingga unit pengumpul zakat (UPZ) desa, serta peningkatan komunikasi publik dan kerja sama lintas pemangku kepentingan.
Prioritas lainnya mencakup penguatan literasi, inovasi, riset, dan kajian mengenai mustahik, muzaki, serta ekosistem zakat; peningkatan pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL); serta perbaikan pendistribusian dan pendayagunaan dana umat agar lebih adil, proporsional, berkelanjutan, dan berdampak.
Dalam rencana strategis tersebut, Baznas menargetkan pengumpulan dana sebesar Rp70 triliun pada 2027, meningkat dari target sebelumnya sebesar Rp66 triliun. Sodik mengatakan, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja ekstra seluruh jajaran Baznas dalam mengelola dan memberdayakan dana umat. Target itu akan dibahas lebih lanjut dalam rapat-rapat komisi.
Baznas juga menyiapkan 13 program prioritas untuk periode 2026–2031 guna memperluas manfaat pengelolaan zakat bagi masyarakat. Program tersebut mencakup Baznas Siaga Kemiskinan, Baznas Tanggap Bencana, Beasiswa Cendekia Baznas, Rumah Sehat dan Kartu Sehat Baznas, serta Rumah Layak Huni Baznas.
Program lainnya meliputi bantuan permodalan berbasis masjid dan majelis taklim, Rumah Terang Baznas, Baznas Balai Ternak, Lumbung Pangan Baznas, Mualaf Center Baznas, Sekolah dan Pesantren Layak Belajar Baznas, Air Bersih Baznas, serta Bank Sampah Baznas.
Rangkaian program tersebut mencakup bidang sosial, pendidikan, kesehatan, perumahan, ekonomi, dan lingkungan. Melalui program-program ini, Baznas berupaya memperluas manfaat dana zakat sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik.
Rakornas Baznas 2026 diikuti 1.300 peserta dari 34 Baznas provinsi dan 308 Baznas kabupaten/kota. Pembukaan Rakornas Baznas 2026 dihadiri Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Permasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koperasi RI Dr Ferry Juliantono, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof Rachmat Pambudy, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar.
Hadir pula dalam pembukaan Rakornas Baznas 2026 Wakil Ketua Baznas RI KH Zainut Tauhid Sa'adi, jajaran Pimpinan Baznas RI H Syarifuddin, Neyla Saida Anwar, Saidah Sakwan, Mokhamad Mahdum, Rizaludin Kurniawan, H Idy Muzayyad, serta Pimpinan Ex-Officio Baznas RI Prof Abu Rokhmad, Agus Fatoni dan Mochamad Agus Rofiudin, Ambassador of Jordan to Indonesia Sudqi Atallah Abdel Qader Al-Omoush, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Ketua Baznas RI Periode 2020-2025 Prof Noor Achmad serta Kepala BPKH Fadlul Imansyah.



