Jakarta, MCNID.net--Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi membuka pendaftaran Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) Tahun 2026. Gelaran tahun ini tidak sekadar menjadi ajang apresiasi rutin, melainkan dirancang strategis sebagai instrumen untuk memacu kesiapan para pelaku industri nasional menjelang pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal yang akan jatuh pada 18 Oktober 2026 mendatang.


Sebagaimana diketahui, tenggat waktu 18 Oktober 2026 merupakan momentum krusial di mana regulasi akan mewajibkan sertifikasi halal bagi sejumlah sektor strategis. Cakupannya sangat luas, mulai dari sektor makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, hingga barang gunaan seperti tekstil dan produk tekstil, alas kaki, kulit, serta produk rumah tangga (tableware dan glassware).


Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menegaskan bahwa IHYA 2026 menjadi sarana penting untuk meningkatkan kesadaran (awareness) sekaligus mengukur kesiapan teknis para pelaku usaha sebelum regulasi tersebut mengikat penuh.


“IHYA adalah momentum transformasi. Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang berpartisipasi dalam IHYA 2026. Melalui ajang ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan industri halal nasional," ujar Faisol Riza dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (4/7/2026). 


Guna memastikan kepatuhan regulasi ini berjalan merata hingga ke level akar rumput, Kemenperin menghadirkan terobosan baru pada IHYA 2026 dengan menambah dua kategori penghargaan baru. Kedua kategori tersebut adalah Institusi Pendidikan Tinggi Pendukung Industri Halal Terbaik serta Lembaga Pengelola Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Pendukung Industri Halal Terbaik.


Penambahan ini sengaja dilakukan untuk memperkuat sinergi triple helix antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha. Fokus utamanya adalah memberikan pendampingan yang lebih masif kepada sektor IKM, yang sering kali menghadapi tantangan terbesar dalam proses pengurusan sertifikasi halal.


Secara total, IHYA 2026 akan menganugerahkan 22 penghargaan yang tersebar di dalam tujuh kategori utama, mencakup perusahaan industri besar, perusahaan IKM, kawasan industri, lembaga pengelola sentra IKM, lembaga pemerintah, institusi pendidikan tinggi, hingga lembaga jasa keuangan.


Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, IHYA berhasil menjaring antusiasme yang luar biasa dengan keikutsertaan 1.031 peserta. Tahun ini, dengan urgensi kewajiban sertifikasi yang tinggal menghitung bulan, Kemenperin membidik angka partisipasi yang lebih tinggi agar dampak penguatan jejaring dan peningkatan kapasitas industri halal bisa tersebar lebih luas.


Pemerintah optimistis keberhasilan para pemenang IHYA nantinya akan menjadi bukti nyata bagi pasar bahwa produk halal Indonesia tidak hanya unggul dari sisi pemenuhan syariat dan kualitas, tetapi juga memiliki nilai tambah untuk memimpin pasar global.


"Keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa produk halal Indonesia tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki nilai tambah dan daya saing yang kuat di tingkat global. Mari bersama-sama kita wujudkan Indonesia sebagai pusat rantai pasok halal global," kata Wamenperin.


Bagi para pelaku industri yang ingin mengukur kesiapan sekaligus mendapatkan pengakuan atas standarisasi halal mereka, pendaftaran IHYA 2026 telah dibuka sejak 18 Juni dan akan berlangsung hingga 24 Juli 2026. Proses pendaftaran dipastikan tidak dipungut biaya (gratis) dan dapat diakses langsung melalui portal resmi di ihya.kemenperin.go.id.