Jakarta, MCNID.net--Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan bahwa perjuangan bangsa dalam mengisi kemerdekaan harus selalu berlandaskan kekuatan spiritual. Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pun dinilai menjadi pijakan penting untuk menjadikan doa sebagai energi penggerak menuju cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.


Hal tersebut menjadi pesan utama dalam gelaran Zikir dan Doa Kebangsaan yang bakal dilaksanakan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu, (1/8/2026)mendatang.


Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menyatakan bahwa perjalanan 81 tahun kemerdekaan membuktikan Indonesia sebagai bangsa yang tangguh dan terus bergerak maju. Menurutnya, arah perjuangan bangsa menuju kesejahteraan yang adil dan merata perlu diiringi dengan ikhtiar spiritual bersama.


"Delapan puluh satu tahun membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang terus bergerak dan tetap berdiri kuat. Doa dan zikir kebangsaan ini sebagai rasa syukur kita, sekaligus memohon perlindungan untuk terus melangkah bersama mengisi kemerdekaan ini," ujar Kamaruddin Amin dalam keterangannya Jakarta, Rabu (29/7/2026).


Kamaruddin menekankan bahwa kemerdekaan merupakan milik seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali. Karena itu, perwujudan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur harus menjadi semangat serta arah perjuangan bersama yang dilandasi oleh doa.


Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag sekaligus Ketua Panitia, Abu Rokhmad, menambahkan bahwa doa tidak boleh berhenti sebagai ritual semata, melainkan harus bertransformasi menjadi energi moral dan aksi nyata di tengah masyarakat.


“Doa harus menumbuhkan harapan, dan harapan harus diwujudkan melalui tindakan. Dari menjaga persaudaraan, membantu sesama, hingga menjalankan tanggung jawab masing-masing dengan sebaik-baiknya,” ungkap Abu Rokhmad.


Acara yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sekretariat Negara ini rencananya akan dihadiri sekitar 100 ribu peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, santri, mahasiswa, tokoh lintas agama, hingga ASN. Kemenag berharap momentum spiritual skala nasional ini menjadi penguat langkah bersama seluruh warga negara dalam membangun masa depan Indonesia.