Banjarbaru, MCNID.net--Kementerian Agama (Kemenag) RI mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta para ulama untuk memperkuat forum-forum keagamaan di tingkat akar rumput. Pesantren, majelis taklim, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam harus digerakkan sebagai garda terdepan dalam membentengi umat dari krisis cara berpikir dan polarisasi sosial.
Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Muchlis M. Hanafi, saat mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Dialog Kebangsaan pada Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I MUI Provinsi Kalimantan Selatan di Hotel Grand Qin Banjarbaru, Senin (15/6/2026).
Muchlis menyampaikan bahwa di tengah era ketidakpastian, mulai dari disrupsi kecerdasan buatan (AI), krisis ekonomi, hingga tajamnya polarisasi media digital, bangsa Indonesia tidak bisa hanya bersandar pada pembangunan fisik semata.
"Jika infrastruktur membangun ruang hidup bangsa, dan ekonomi menopang keberlangsungan hidup bangsa, maka pemahaman agama yang benar dan ketahanan spiritual menjaga arah perjalanan bangsa," ujar Muchlis dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (16/6/2026).
Menurut Muchlis, krisis terbesar yang sering kali mendahului krisis sosial dan politik adalah krisis cara berpikir dan hilangnya makna hidup akibat derasnya arus informasi modern. Oleh karena itu, Kemenag meminta MUI mengoptimalkan lembaga pendidikan dan forum dakwah tradisional sebagai basis pertahanan mental umat.
“Kepada para ulama dan pengurus MUI, mari kita perkuat majelis taklim, ormas keagamaan, dan pesantren sebagai garda terdepan dalam membangun ketahanan pemikiran keagamaan dan ketahanan spiritual masyarakat hingga ke tingkat akar rumput,” kata Muchlis.
Kemenag menilai, sinergi antara ulama dan lembaga pendidikan Islam di Kalimantan Selatan dapat menjadi contoh nasional. Kedekatan ulama Banjar dengan umat serta kuatnya tradisi pesantren terbukti efektif menjadi perekat sosial dan merawat harmoni di tengah keberagaman masyarakat.
Sinergi di tingkat akar rumput ini juga dinilai sangat relevan dengan empat agenda strategis Kemenag di bawah kepemimpinan Menag Nasaruddin Umar saat ini, yaitu penguatan kerukunan umat beragama, penguatan literasi keagamaan, penguatan spiritualitas generasi muda dan penguatan ekoteologi.
Melalui konsolidasi di tingkat bawah ini, MUI diharapkan mampu menjalankan peran strategisnya sebagai mitra pemerintah dalam menjaga moral publik, merekatkan persatuan, dan menebarkan optimisme.
“Agama harus hadir sebagai sumber harapan, bukan sumber ketakutan; sebagai sumber persatuan, bukan sumber perpecahan,” pungkas Muchlis.
Acara Mukerda I MUI Kalsel bertema “Memperkuat Soliditas Kebangsaan di Era Ketidakpastian” ini turut dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisal Nurrofiq dan Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh.



