Makkah, MCNID.net--Ketua Musyrif Diny KH Cholil Nafis menyampaikan pesan kepada seluruh jamaah haji asal Indonesia yang bersiap menghadapi puncak ibadah haji, yakni wukuf di Arafah.
Wakil Ketua Umum MUI ini mengimbau jamaah untuk tidak hanya fokus pada doa pribadi, tetapi juga menyelipkan doa khusus demi masa depan bangsa, khususnya pemimpin yang adil dan beriman.
Momentum wukuf di Arafah dikenal sebagai salah satu waktu dan tempat paling mustajab untuk memanjatkan doa. Oleh karena itu, K Cholil berharap ratusan ribu jamaah haji Indonesia bisa memanfaatkan kesempatan emas ini untuk kebaikan Tanah Air.
"Jelang wukuf di Arafah, saya titip kepada seluruh jamaah haji Indonesia, selain berdoa untuk dirinya, keluarga dan sanak saudaranya, juga tolong doakan negara dan bangsa Indonesia," ujar Kiai Cholil, Senin (25/5/2026).
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini menekankan pentingnya mendoakan para pemimpin dan pemegang kebijakan di Indonesia. Menurutnya, arah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas moral dan spiritual kepemimpinannya.
"Mudah-mudahan tetap aman sentosa, rakyatnya sejahtera, dan pemimpin-pemimpinnya yang adil serta beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa," lanjutnya.
Berita Lainnya

Kurban sebagai Instrumen Sosial untuk Memperkuat Akses Gizi di Indonesia
Tentu saja, kurban bukan solusi tunggal atas masalah gizi nasional. Tantangan gizi membutuhkan kebijakan jangka panjang, mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat, edukasi pangan, pemerataan akses protein, hingga penguatan sistem kesehatan dan perlindungan sosial. Namun kurban tetap dapat dipandang sebagai salah satu instrumen sosial yang membantu memperluas akses terhadap pangan bergizi, meskipun sifatnya berkala.
Baca Selengkapnya
Ketua Musyrif Diny Ajak Jamaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia Adil dan Beriman
Ketua Musyrif Diny, KH M Cholil Nafis, menyampaikan pesan kepada seluruh jamaah haji asal Indonesia yang bersiap menghadapi puncak ibadah haji.
Baca Selengkapnya
KH Cholil Nafis: Fikih Haji Itu Dinamis, Selalu Berkembang Jawab Tantangan Zaman
Pelaksanaan ibadah haji tidak sepatutnya dipandang sebagai sesuatu yang kaku dan tidak berkembang. Fikih haji kontemporer justru dirancang dinamis agar selalu mampu menjawab berbagai persoalan baru yang muncul di lapangan demi kemaslahatan jamaah.
Baca Selengkapnya