Madinah, MCNID.net--Suasana syahdu sebelum adzan Shubuh di Raudhah, rombongan Musyrif Diny yang dipimpin KH Cholil Nafis, menjadi bagian di antara ribuan umat yang sedang bermunajat di waktu dan tempat yang mustajab. 

Di area kecil di antara makam Rasulullah SAW ini, ulama yang akrab disapa Kiai Cholil bersama rombongan Musyrif Diny memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia diberikan kemajuan. 

Tidak hanya diberikan kemajuan, Kiai Cholil juga memohon kepada Allah SWT agar senantiasa dilindungi, diberikan kekuatan, baik ekonomi maupun sumber daya manusianya. 

Di bawah kepemimpinan Kiai Cholil, rombongan Musyrif Diny mendoakan agar pelaksanaan ibadah haji 2026 bisa terlaksana dengan lancar dan baik, serta sukses secara ritual dan ekosistem. 

Tahun 2026 menjadi pelaksanaan ibadah haji yang sangat bersejarah. Untuk pertama kalinya, penyelenggaraan rukun Islam kelima ini dinakhodai oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Sebuah transisi besar yang memerlukan pengawalan, baik secara teknis maupun spiritual. 

Di tempat yang diyakini sebagai titik temu antara bumi dan langit itu, Kiai Cholil bersama rombongan Musyrif Diny menyelipkan harapan dan doa agar jamaah mendapatkan haji mabrur yang mampu membawa perubahan positif saat kembali ke Tanah Air. 

"Pelaksanaan ibadah haji yang pertama oleh Kemenhaj berlangsung dengan baik dan lancar, serta sesuai syariat dan mendapatkan haji mabrur," kata Kiai Cholil saat berada di Raudhah, Masjid Nabawi Madinah, Arab Saudi, Rabu (13/5/2026).

Dalam munajatnya itu, Wakil Ketua Umum MUI ini terus memohon kepada Allah SWT agar pelaksanaan ibadah haji bisa lancar dan jamaahnya mendapatkan haji mabrur, serta sukses. 

"Sukses ritual, sukses ekosistem haji dan sukses membangun peradaban," kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia, Amanah, Depok, Jawa Barat. 

Tidak lupa, ia juga bermunajat kepada Allah SWT untuk nantinya bisa wafat dalam keadaan husnul khatimah. Di area makam Rasulullah SAW ini, Kiai Cholil juga memohon agar diberikan syafaat oleh Rasulullah SAW di _yaumul akhir_ (hari akhir) nanti.