Jakarta, MCNID.net--Ketua Musyrif Diny 2026, KH Cholil Nafis mengungkapkan hikmah ibadah kurban. Menurutnya, orang yang melaksanakan ibadah kurban akan memperoleh muqarrabin, muttaqin dan kemuliaan di dunia maupun akhirat.
Wakil Ketua Umum MUI ini menerangkan, hikmah ini akan didapat bagi orang yang melaksanakan ibadah qurban dengan ikhlas demi mengharap ridha Allah SWT. Kiai Cholil menekankan bahwa ibadah kurban melatih kepatuhan dan kepasrahan total kepada Allah SWT.
"Orang-orang yang dekat dengan Allah akan memperoleh predikat muqarrabin, muttaqin, serta mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan hidup di dunia maupun akhirat," kata Kiai Cholil, Ahad (17/5/2026).
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini juga menerangkan bahwa ibadah kurban dapat membersihkan diri dari sifat-sifat bahimiyyah.
"Pada saat hewan kurban jatuh ke bumi, maka saat itulah sifat kebinatangan harus sirna, seperti rakus, serakah, kejam dan penindas. Kemudiaan menanamkan rasa kasing sayang dan empati kepada sesama," terangnya.
Ulama kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur ini menegaskan bahwa ibadah kurban dalam Islam tidak sama dengan persembahan, sebagaimana dalam agama-agama selain Islam.
Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI menekankan bahwa Islam tidak memerintahkan pemujaan dalam penyembelihan hewan. Namun, Islam memerintahkan agar dagingnya diberikan kepada orang miskin agar ikut menikmati lezatnya daging hewan.
"Sehingga timbul rasa empati, berbagi, memberi, dan ukuwah Islamiyah antar sesama. Melatih kedermawanan. Ibadah kurban dilakukan setiap tahun secara berulang-ulang, sehingga orang yang memberi kurban terbiasa untuk berderma kepada yang lain," tegasnya.



