Jakarta, MCNID.net--Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) bersama Bank Indonesia bersinergi memperkuat peran pondok pesantren sebagai motor penggerak ekonomi umat.
Langkah progresif yang berfokus pada penguatan ekosistem halal ini sekaligus menjadi ancang-ancang strategis Kalbar untuk membidik penghargaan bergengsi berskala nasional, Anugerah Adinata Syariah 2027.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pembukaan Ceremony Rangkaian Aksi Kolaborasi Membangun Ekonomi Syariah (RABBANI) Khatulistiwa 2026 yang digelar di Aula Keriang Bandong, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Jumat (19/6/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menjelaskan bahwa RABBANI Khatulistiwa 2026 menjadi momentum krusial untuk membangun kemandirian finansial umat berbasis pesantren dan mengintegrasikannya ke dalam rantai nilai halal (halal value chain).
"Potensi ekonomi syariah Kalbar sangat besar dan perlu terus diperkuat melalui pengembangan rantai nilai halal, peningkatan kapasitas UMKM, serta penguatan peran pesantren sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi umat," ujar Harisson dikutip dari Antara.
Harisson memaparkan, untuk memuluskan jalan menuju penilaian Anugerah Adinata Syariah 2027, Pemprov Kalbar bersama instansi terkait menetapkan tiga fokus utama yang harus berjalan secara simultan, yakni penguatan halal value chain, penguatan keuangan dan sosial syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi.
Langkah ini dinilai menjadi fondasi kuat mengingat Kalbar saat ini sudah disokong oleh modal sosial-ekonomi yang besar, yakni sekitar 338 ribu pelaku UMKM dan lebih dari 5.100 pelaku usaha mikro yang telah mengantongi sertifikasi halal.
"Penyelenggaraan RABBANI KHATULISTIWA 2026 juga menjadi bagian dari upaya Kalimantan Barat meningkatkan kinerja daerah dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjelang penilaian Anugerah Adinata Syariah 2027," imbuh Harisson.
Agresivitas Kalbar dalam menggarap sektor syariah ini berdiri di atas fondasi makro ekonomi yang sangat sehat. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perekonomian Kalimantan Barat tercatat tumbuh mengesankan.
Pada Triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kalbar sukses melesat hingga 6,14 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini menunjukkan tren ekspansi yang konsisten dari tahun 2025 yang tumbuh sebesar 5,39 persen, sekaligus menempatkan Kalbar sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di seluruh wilayah Pulau Kalimantan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menegaskan bahwa pesantren dan UMKM harus segera masuk ke dalam rantai nilai halal agar tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya pengeluaran konsumen muslim Indonesia terhadap produk halal yang kini menembus Rp3.197 triliun.
Untuk mendorong hal itu, pergelaran RABBANI Khatulistiwa 2026 yang berlangsung pada 9–20 Juni 2026 ini tidak hanya diisi oleh seremonial, melainkan aksi korporasi nyata melalui Syariah Fair, Syariah Forum, hingga coaching clinic.
"Melalui kegiatan tersebut, Bank Indonesia menargetkan realisasi pembiayaan sebesar Rp4,2 mofiliargiliar dan transaksi penjualan produk UMKM mencapai Rp2,65 miliar sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi ekonomi syariah terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," pungkas Doni.



