Aceh, MCNID.net--Kementerian Agama (Kemenag) Kota Langsa terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan berbasis syariah di wilayahnya. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan kolaborasi strategis lintas sektor, salah satunya dengan menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI).
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Langsa, Fadhli, saat menghadiri kegiatan Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah yang diinisiasi oleh BSI di Aula Hotel Kartika, Kota Langsa, Kamis (2/7/2026).
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran perwakilan berbagai instansi vertikal di Kota Langsa, yang hadir sebagai bentuk nyata sinergi dalam memperkokoh ekosistem ekonomi syariah di tingkat daerah.
Dalam sambutannya, Fadhli menekankan bahwa pemahaman masyarakat mengenai keuangan syariah tidak boleh berhenti pada pengenalan produk perbankan semata. Lebih dari itu, literasi ini merupakan fondasi penting untuk membangun masyarakat yang mandiri secara finansial dengan kesadaran ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai syariah.
"Kami di Kementerian Agama Kota Langsa akan terus mendukung berbagai program yang mendorong penguatan ekonomi syariah. Sinergi ini penting agar masyarakat tidak hanya memahami konsep keuangan syariah, tetapi juga dapat merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari," kata Fadhli dikutip MCNID dari laman resmi Kemenag Langsa, Sabtu (4/7/2026).
Melihat tantangan perluasan inklusi keuangan saat ini, Fadhli menilai Kemenag memiliki modal sosial yang sangat besar.
Kemenag siap mengoptimalkan seluruh jaringan strategisnya, mulai dari lingkungan madrasah, pondok pesantren, hingga para penyuluh agama yang bersentuhan langsung dengan warga, untuk bertindak sebagai mitra edukasi garis depan.
Melalui jaringan tersebut, upaya penguatan literasi diharapkan mampu menembus berbagai lapisan masyarakat secara lebih masif, efektif, dan menyentuh akar rumput. Ia menggarisbawahi bahwa kolaborasi antarlembaga adalah kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya inklusif, tetapi juga berkelanjutan.
Sinergi yang terbangun antara Kemenag Kota Langsa, BSI, dan berbagai instansi vertikal ini diharapkan menjadi pemantik kolaborasi yang lebih besar di masa depan.
Dengan gotong royong antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan (stakeholders), akselerasi pengembangan ekonomi syariah di Kota Langsa diyakini akan berjalan lebih cepat.
Langkah konkret ini sekaligus diproyeksikan mampu memperkuat posisi Provinsi Aceh sebagai salah satu kiblat dan pusat pengembangan ekonomi syariah terdepan di Indonesia.



