Jakarta, MCNID.net--Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menekankan pentingnya mengintegrasikan prinsip keberlanjutan atau Environmental, Social, & Governance (ESG) ke dalam strategi pendanaan perusahaan. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat struktur pendanaan sekaligus menopang fundamental bisnis infrastruktur jangka panjang.


Hal tersebut disampaikan Rivan menyusul penandatanganan kerja sama fasilitas pembiayaan investasi sebesar Rp1,56 Triliun berbasis Sustainability Linked Financing (SLF) antara anak usaha Jasa Marga, PT Jasamarga Bali Tol (JBT), dengan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) di Jakarta, Jumat (31/7/2026).


Rivan menjelaskan bahwa skema pembiayaan SLF menjadi bukti nyata bahwa komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan tata kelola yang baik memberikan nilai tambah signifikan di mata lembaga keuangan.


"Pembiayaan melalui skema SLF ini tidak hanya memperkuat struktur pendanaan PT JBT, tetapi juga membuktikan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan menjadi nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan. Melalui pembiayaan ini, kami optimistis dapat terus meningkatkan kinerja perusahaan serta menghadirkan layanan jalan tol yang semakin andal, aman, dan ramah lingkungan," ujar Rivan.


Lebih lanjut, Rivan menyoroti peran PT JBT selaku pengelola Jalan Tol Bali Mandara sepanjang 12,7 KM yang dijadikan sebagai percontohan (pilot project) penerapan pembiayaan berkelanjutan di lingkungan Jasa Marga Group. Tol Bali Mandara sebelumnya telah memelopori pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), penggunaan lampu hemat energi LED, hingga konservasi ekosistem mangrove di Tahura Ngurah Rai. Atas komitmen tersebut, PT JBT sukses meraih predikat Gold Sertifikasi Green Toll Road Indonesia hingga tahun 2024.


"Kami berharap langkah ini tidak hanya menjadi acuan bagi entitas anak usaha Jasa Marga Group lainnya dalam mempercepat transisi energi, tetapi juga memelopori standar baru bagi pengembangan industri jalan tol nasional yang berorientasi keberlanjutan," kata dia. 


Sementara itu, Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta menyambut positif sinergi BUMN ini. Bob menyatakan BSI bangga menjadi bank syariah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan skema SLF, yang sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta prinsip maqashid syariah.


"Penandatanganan SLF ini merupakan tonggak penting bagi industri perbankan syariah nasional sekaligus sinergi BUMN yang sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah dalam memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan. Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, kami meyakini prinsip ESG dan keberlanjutan memiliki keselarasan yang sangat kuat dengan maqashid syariah," ujar Bob.


Hingga Juni 2026, BSI mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan telah mencapai Rp78,6 Triliun atau menyumbang sekitar 23% dari total pembiayaan bank. Sektor yang didominasi antara lain energi terbarukan, UMKM, produk ramah lingkungan (eco-efficient), hingga transportasi rendah karbon.