Jakarta, MCNID.net-Ratusan dai dan daiyah se-Jabodetabek mengikuti Upgrading Dakwah _Training of Trainer_ (ToT) yang digelar Komisi Dakwah MUI bersama Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia (BI). 


Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, mendorong para dai untuk mengubah _mindset_ atau pola pikirnya agar menjadi kaya. 


Menurutnya, pola pikir untuk menjadi kaya sangat penting dimiliki para dai, kemudiaan pola pikir tersebut dibagikan kepada jamaahnya. 


Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI ini mengungkapkan, pola pikir untuk menjadi kaya harus dimulai dari niat untuk bisa memberi dan berdaya. 


"Kalau sudah ada keinginan punya mindset bahwa memberi itu lebih utama, dan kaya itu adalah kebutuhan kita dengan niat untuk kita bisa lebih mandiri tentu akan lebih baik," kata Kiai Cholil di Gedung Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). 


Meski begitu, Kiai Cholil mengingatkan tidak boleh memiliki rasa cinta berlebihan kepada harta. Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini menekankan, keinginan agar kaya semata-mata untuk ibadah. 


"Dalam melaksanakan ibadah juga ada yang membutuhkan harta, maka kita akan berupaya untuk memberi dan menjadi orang yang mandiri," sambungnya. 


Menurutnya, jika pola pikirnya sudah ingin meminta-minta, maka orang yang memiliki pola pikir tersebut biasanya tidak akan produktif. 


"Ketika ingin memberi, orang tersebut harus lebih produktif dalam hidupnya itu," kata ulama kelahiran Sampang, Madura, pada 1 Juni 1975 ini. 


Kegiatan ini memberikan lima materi mengenai ekonomi dan syariah kepada para dai. Pertama, prinsip dasar syariah. Kedua, gaya hidup halal. Ketiga, keuangan syariah. Keempat, bisnis dalam Islam. Kelima, praktik dan implementasi (Sadam, ed: Amir)