Jakarta, MCNID.net--Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, KH M Cholil Nafis, mengungkapkan bahwa pemaknaan rezeki dalam Islam jauh lebih luas dari sekadar kepemilikan harta. Hal tersebut ia sampaikan saat menjelaskan rahasia takdir dan perjalanan hidup manusia.

Kiai Cholil mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat kerap kali mempersempit arti rezeki hanya pada tingkat kekayaan material belaka. Padahal, aspek-aspek penting kehidupan lainnya seperti jodoh dan kesehatan juga merupakan bagian dari nikmat Allah yang berharga.

"Misteri dalam hidup itu ada tiga: rezeki, jodoh, dan maut. Sebenarnya jodoh itu bagian dari rezeki. Cuma orang sering memaknai rezeki itu hanya harta," ujar Kiai Cholil, Selasa (8/9/2026). 

Menurut Wakil Ketua Umum MUI ini, nikmat dan rezeki terbesar yang diberikan Allah kepada manusia justru dimulai dari iman dan Islam. 

Kiai Cholil menilai, pemahaman tersebut menjadi bekal utama agar seseorang dapat membedakan hal yang baik dan buruk, mencari rezeki halal, hingga membangun keluarga yang sakinah.

Kiai Cholil menambahkan, nikmat berikutnya setelah keimanan adalah keberadaan keluarga dan pasangan hidup. Mengutip pandangan para ulama, Kiai Cholil mengingatkan bahwa rezeki berupa jodoh dan keturunan merupakan sarana untuk meraih kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak hanya mengejar materi, tetapi juga sibuk memantaskan diri serta memperbanyak doa dalam menjemput takdir rezeki lainnya, termasuk pasangan hidup.